PALEMBANG, — Pilkada Sumsel 2018 sudah memasuki masa jenuh. Publik tampak bosan menunggu kepastian mengenai siapa pasangan calon yang akan diusung oleh koalisi partai politik. Beberapa pekan menjelang pendaftaran ke KPUD belum ada satupun pasangan calon yang melakukan deklarasi resmi bersama partai pengusungnya secara lengkap. Jikapun ada deklarasi, sifatnya masih parsial, seperti masih ada tarik ulur alot bahkan muncul kecurigaan satu sama lain saling mengunci dan bertahan sampai titik akhir sebelum ujungnya terpaksa menerima realitas politik saat pendaftaran.

Ada calon yang sudah punya kursi memadai untuk jadi peserta pilkada tapi belum jelas dengan siapa pasangannya. Ada calon yang sudah berpasangan tapi masih kurang partainya. Ada calon yang belum jelas pasangannya belum jelas juga partainya. Itulah fenomena politik Pilkada Sumsel. Pertanyaan publik kini semuanya tertuju, akan berapa pasang peserta pilkada dan partai saja yang fix mengusungnya.

Pengamat politik dari Lembaga Survei Politik Indonesia, Muchtar S Shihab memprediksi pilkada Sumsel akan diikuti tiga pasang calon dengan kemungkinan besar adalah Ishak Mekki yang diusung Partai Demokrat, PPP dan PBB meski belum jelas siapa pasangannya.

Kemudian Dodi Reza Alex yang diusung Golkar dan PKB meski belum jelas siapa pasangannya dan terakhir pasangan Herman Deru -Mawardi Yahya yang diusung PAN dan Nasdem meski kurang partai pengusungnya. Ada dua pimpinan partai yang belum jelas, namun kemungkinan besarnya mereka akan bergabung. Bisa saja Giri merapat menjadi wakilnya Dodi walau PDIP raihan suaranya lebih besar dari Golkar.

Sementara Aswari tak ada pilihan kecuali merapat ke Ishak Mekki menjadi wakilnya atau bergabung dengan siapa saja seraya menyerahkan kendaraan politiknya.

“Semakin banyak perhitungan, semakin ketinggalan kereta,” ujar Muchtar saat menghadiri diskusi “Peta Akhir Pilkada Sumsel” di Palembang, Jum’at, 24/11.

Dari sisi kekuatan kepastian kendaraan tentu Ishak Mekki dan Dodi lebih leading dibanding yang lain. Posisi Herman Deru yang mengklaim masih bernegosiasi dengan PKS dan Hanura mulai diragukan banyak pihak. Bisa saja ada upaya menjegal Deru untuk gagal mendapat tiket. Muchtar Shihab menyatakan jalan mudah mengalahkan Deru memang dapat dilakukan dengan menjegalnya  mendapat tiket parpol.

“Secara faktual dari sisi elektabilitas Deru ini yang tertinggi dan tak terkejar, jadi jika ada upaya menjegalnya dengan segala cara termasuk menggagalkan dapat kendaraan bisa saja terjadi,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sahrun Shobri dari tim relawan Herman Deru menjelaskan, pasangan HD-MY akan segera melakukan deklarasi resmi seusai tuntas proses administrasi pengusungan calon. Menurutnya, setiap partai memiliki jenjang organisasi, keputusan mengusung pasangan calon merupakan area internal yang kandidat tak bisa ikut campur. “Secara prinsip syarat minimal jumlah kursi di parlemen sudah terpenuhi, tidak lama lagi kita akan deklarasi,” ujarnya.