Indopolitika.com Pengamat politik dari Polcom Institute, Heri Budianto menyatakan, debat sesi kedua antara calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo berakhir imbang. Masing-masing calon, menurut Budi, memiliki keunggulan dan kelemahan.

“Prabowo unggul di isu pertanian dan kependudukan. Jokowi di ekonomi kreatif dan tol laut,” kata Heri , Ahad 15 Juni 2014. Ide tol laut, Heri menilai sebagai pemikiran yang segar.

Adapun kekurangan Prabowo dan Jokowi terlihat pada sesi keempat. Di sesi tanya jawab itu, Prabowo tidak menguasai tentang dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. “Jawaban Prabowo terlalu umum. Kurang memuaskan,” ujar Heri.

Sementara kekurangan Jokowi, Heri melanjutkan, saat ditanya soal target pertumbuhan ekonomi oleh Prabowo. Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu yakin pertumbuhan meningkat tujuh persen. “Penjelasan pertumbuhan ekonomi terlalu teknis,” kata Heri.

Di debat kedua ini, Heri berpendapat, semakin terlihat perbedaan yang signifkan antara Prabowo dan Jokowi. Prabowo, kata Heri, terlihat lebih konseptual. “Jokowi implementatif. Dia menceritakan pengalaman menjadi gubernur,” ucap Heri.

Debat kedua dengan tema isu ekonomi dan sosial di gelar di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. Debat yang memiliki lima sesi ini berlangsung dua jam. Debat kali ini dipandu oleh pengajar dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Ahmad Erani Yustika. (Ind/tmp)