Para Pengusaha Muda Berharap Presiden Baru Perhatikan UMKM

Pemerintah perlu membuat undang-undang khusus yang mendorong kemajuan UMKM di Indonesia, " kata Irfandi Romas, Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wirausaha Muda Indonesia (PWMI),


Indopolitika.com  Era Pasar Bebas dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 sudah di depan mata. Tetapi, dewasa ini masih banyak berbagai tantangan yang dihadapi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi situasi tersebut.

Salah satunya adalah tingginya suku bunga perbankan sehingga memberatkan para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Menurut data dari Bank Indonesia (BI) suku bunga kredit perbankan pada pertengahan 2014 masih terus meningkat. Kenaikan suku bunga kredit ini terjadi pada seluruh perbankan di Indonesia.

Akhir bulan lalu, kata Irfandi Romas, Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wirausaha Muda Indonesia (PWMI), perbankan kembali menaikkan suku bunga dasar kredit (SBDK) dan kenaikan ini terjadi hampir pada seluruh jenis kredit. Tingginya suku bunga perbankan dapat membebani dunia usaha terutama pelaku bisnis UMKM, karena laju pengembangan UMKM cukup bergantung terhadap Keberadaan modal usaha antara lain dari kredit perbankan. “Pelaku UMKM juga cukup sensitif terhadap kenaikan suku bunga, karena masih sulit mendapatkan sumber pendanaan dari bidang lain,” kata Irfandi dalam keterangan persnya yang diterima redaksi indopolitika.com, Selasa, (8/7/2014.

Pemerintah dan perbankan, kata dia,  perlu lebih melihat kondisi riil saat ini di dunia usaha yang tidak selalu berjalan mulus.” Kita lihat misalnya biaya operasional usaha yang selalu bertambah, seperti upah pegawai yang cenderung naik setiap tahunnya, tarif listrik, inflasi, belum termasuk biaya-biaya lainnya. Apalagi jika ditambah oleh suku bunga kredit yang bertambah, hal ini pun dapat ber output kepada jumlah kredit macet yang akan naik,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap,  pihak perbankan mengevaluasi kembali dan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit terutama kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengikuti kenaikkan bunga acuan Bank Indonesia (BI), BI Rate. Perbankan seharusnya dapat lebih menambah penetrasi pasar dengan menggenjot porsi kredit bagi sektor UMKM.

“Karena UMKM merupakan sektor yang punya prospek jangka panjang dan cakupan cukup besar,” beber Irfandi.

Selain itu, dia juga berharap, pemerintahan yang baru nanti dapat membuat regulasi perbankan yang memihak pada usaha mikro, kecil, dan, menengah (UMKM).

“Kedua calon Presiden yang akan dipilih pada 9 Juli ini kan ber background wirausahawan, mereka sudah sepatutnya membuat kebijakan-kebijakan inovatif bagi dunia usaha kita. Sebagai dasarnya, Pemerintah perlu membuat undang-undang khusus yang mendorong kemajuan UMKM di Indonesia, ” tutupnya. (ind)

Next post MKRI Tolak Segala Bentuk Kekerasan yang Bisa Memecah Belah Bangsa

Previous post Tersandera Suap Rp 1,2 Miliar, Rano Karno Tak Fokus Urus Banten

Related Posts