Penyelenggara Pemilu Harus Netral, Dugaan Bocornya Materi Debat Capres Jadi Pelajaran

Arif Puyono, aktifis Serikat Pekerja BUMN, Minggu (8/6) memergoki anggota KPU, Hadar Nafis Gumay berbincang-bincang dengan Budi Gunawan, Komisaris Jenderal Polisi. Keduanya juga berbincang dengan Ketua DPP PDI P, Trimedya Panjaitan


Indopolitika.com   Beredarnya posting foto dan video persiapan debat pasangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla di media seakan mengkonfirmasi dugaan bocornya pertanyaan debat capres dan cawapres. Dimana bocornya pertanyaan, diduga akibat pertemuan Pejabat Kepolisian, Komisioner KPU dan Tim Sukses Jokowi-JK.

Menurut pengamat politik Lembaga Kajian dan Study Politik Nusantara,  Irvan Hakin Nasution, sebaiknya Penyelenggara Pemilu, TNI dan Polri untuk tetap konsisten menjaga netralitas bahkan harus lebih sensitif dan berhati-hati dalam melakukan komunikasi dan aktivitas sosial. “Sebaiknya penyelenggara dan aparat pemerintah seperti TNI dan Polri harus berhati-hati dan lebih sensitif dalam suasana pemilu ini seperti dalam melakukan komunikasi publik” Jelas Irvan.

Begitupun untuk para tim sukses pasangan calon capres dan cawapres agar tidak mencari-cari jalan memanfaatkan penyelenggara dan aparat pemerintah dalam upaya memenangkan masing-masing calonnya, “tim sukses pasangan calon pun harus mampu menjaga netralitas aparat pemeintah dan penyelenggara dengan mencari-cari jalan mempengaruhi peran penyelenggara dan aparat.” Lanut Irvan saat dihubungi (13/6).

Sebagaimana informasi yang beredar, salah satu tim sukses Jokowi-JK, politisi PDIP, Trimedya Panjaitan mendekati salah satu komisioner KPU, Hadar N Gumay. Untuk mendekati Hadar, Tim Sukses Jokowi-JK meminta bantuan petinggi Kepolisian Komjen Pol Budi Gunawan, mantan ajudan Megawati saat jadi Presiden.

Untuk meyakinkan publik, saran Irvan, Komisioner KPU, Hadar N Gumay bisa dipanggil oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk melakukan klarifikasi terkait pertemuan itu dan dugaan bocornya pertanyaan debat capres-cawapres.

Isu materi debat bocor mengemuka ke media. Hal itu setelah Arif Puyono, aktifis Serikat Pekerja BUMN melaporkan pada Bawaslu.

‪Arif pada 11 malam pada Minggu (8/6) memergoki anggota KPU, Hadar Nafis Gumay berbincang-bincang dengan Budi Gunawan, Komisaris Jenderal Polisi. Keduanya juga berbincang dengan Ketua DPP PDI P, Trimedya Panjaitan.

‪Pertemuan itu menurut Arif membicarakan bocoran materi debat capres. Mengingat momennya amat tepat sekali, yakni sehari sebelum debat berlangsung. Sementara dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One kemarin, Trimedya berkata bahwa dia sedang membicarakan masalah kegiatan keagamaan di gereja.

Seperti diketahui, pada Selasa  (10/6) member kaskus ada yang mem-posting foto gladi bersih Jokowi JK saat latihan debat capres cawapres. Meski sudah dihapus namun akun facebook Andrita Agita mem-posting ulang. Maka tampaklah foto pertama bagaimana Jokowi dan JK sedang latihan debat. Jokowi tampak nyentrik dengan jas hitamnya, namun JK memakai pakaian yang lebih sederhana. Moderatornya seorang perempuan dan yang memerankan Prabowo dan Hatta adalah orang lain.

Pada foto tersebut beberapa sosok yang dikenal adalah Sandrina Malakiano dan juga Anies Baswedan. Latihan debat itu berlangsung selama 30 menit. (Ind)

Next post Wamenag Nasaruddin Umar: PNS Tidak Boleh Kampanye

Previous post Salah Besar Jika Pilpres 2009 Tak Ungkit Masalah HAM Prabowo

Related Posts