Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, para mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi primordial perwakilan tiap provinsi se Indonesia menggelar pertemuan nasional sekaligus pembacaan manifesto pemuda yang berjudul “Pemuda Daerah Menggugat!”.

“Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan tiap provinsi se Indonesia sekaligus melakukan pernyataan sikap bersama. Hal ini kami lakukan untuk menggugat pemerintahan pusat agar peduli dengan pembangunan daerah, kami ingin pemerintahan pusat membumi dan hadir dalam dinamika pembangunan daerah,” ujar Humas acara, Adi Imam Taufik di Jakarta, Senin (27/10).

Deklarasi tersebut dilaksanakan pada hari ini, Selasa (28/10/2014) pukul 13.00 di Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan, Banten. “Sengaja kami tidak berkumpul di Jakarta, karena kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa Jakarta lah yang selama ini memiskinkan daerah lain di Indonesia, semua sumber daya disedot ke pusat, daerah hanya disisakan debu dan jalan rusak saja,” tegas Adi.

Ia menegaskan, pertemuan pemuda dari dari berbagai wilayah di Indonesia ini untuk menerjemahkan kembali peristiwa simbolik 28 oktober silam dengan semangat kekinian.

“Ini akan menjadi penegasan makna nasionalisme bangsa ini, kita ingin Indonesia di bangun dari daerah,” seru Adi. (ris/ind)