Pembangunan di Provinsi Kepri di bawah kepemimpinan Muhammad Sani dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tak terkecuali warga di Kabupaten Natuna. Meski daerah ini merupakan pulau terluar Indonesia, tetapi perhatian pemerintah provinsi Kepri tak pernah berkurang dari tahun ke tahun. Salah satu sektor pembangunan yang dinilai nyata dampaknya adalah pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Jalan raya yang dibangun Pemprov sangat membantu kehidupan kami. Jalan sudah bagus, seperti Batubi-Sedanau, Batubi Kelarik, Sedanau, Serasan, Teluk Buton, Pering dan lain-lain,” kata Ardian, salah satu tokoh masyarakat asal Bunguran Timur di sela-sela acara STQ Tingkat Provinsi Kepri di Natuna, Selasa (12/5/2015).

Ia menilai, di masa kepemimpinan Sani terjadi pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah. Sani, ujarnya, tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah lainnya di Provinsi Kepri.

“Daerah perkotaan atau perdesaan semua diperhatikan. Daerah kami yang jauh dari ibukota diperhatikan. STQ ditempatkan di sini dan Pak Gubernur datang,” tuturnya.

Menurut Ardian, salah satu kelebihan Sani ialah perhatiannya pada warga miskin. Hal itu terlihat dari beberapa program yang telah dijalankan dan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat. Di antara program yang diingatnya adalah: program rumah layak huni dan pemenuhan hak dasar penduduk miskin.

“Ada rehabilitasi rumah tidak layak (huni), beasiswa bagi siswa tidak mampu, juga bantuan koperasi dan UKM,” terangnya.

Ia berharap ke depan program tersebut terus dijalankan dan lebih ditingkatkan lagi, sehingga warga miskin terus berkurang. “Terutama di Natuna agar lebih diperbanyak lagi,” harapnya.

Penilaian yang sama datang dari Tokoh Agama Natuna ustad Supriadi. Ia berpendapat, keseriusan Sani untuk membawa Kepri lebih maju sudah terbukti. Pasalnya, hampir semua sektor pembangunan sudah mengalami kemajuan sesuai potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.

“Di Natuna ini perikanan dan pertambangan. Provinsi memberi kami bantuan untuk pembangunan fasilitas pelabuhan, untuk perikanan dan kelautan,” urainya.

Bantuan yang diberikan kepada pemerintah Kabupaten Natuna, sambungnya, diketahui bersama oleh seluruh masyarakat. Pada tahun 2014 misalnya, bantuan yang digelontorkan pemerintah provinsi untuk percepatan pembangunan mencapai 159,654 miliar.

“Itulah wujud perhatian Pak Sani untuk meningkatkan pelayanan di sini,” tegasnya.

Dengan berbagai kemajuan yang telah diraih, ia menyambut baik jika HM Sani maju kembali pada pemilihan gubernur bulan Desember mendatang. Hal itu semata-mata demi keberlangsungan pembangunan Kepri untuk lima tahun ke depan.

“Jangan sampai yang sudah bagus ini berhenti di tengah jalan,” katanya.

Acara STQ ke-VI di Natuna dibuka langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau H.Muhammad Sani. Turut hadir di acara tersebut Bupati Natuna Ilyas Sabli beserta ratusan masyarakat yang berpartisipasi memeriahkan acara.

Sementara itu Sani menegaskan dirinya siap bertarung mempertahankan jabatan pada pilkada yang akan dihelat Desember nanti. “Saya masih sanggup menjadi gubernur lima tahun lagi,” tegasnya usai menyerahkan bantuan dana pembinaan penyelenggaraan pemerintahan mulai tingkat kecamatan, kelurahan dan desa se- Natuna di gedung Sri Serindit Ranai.

Meski saat ini ia sudah dianggap sepuh karena usianya telah memasuki 73 tahun, namun Sani menganggap hal tersebut sebagai keistimewaan yang tak dipunyai bakal calon lawannya di pilkada nanti. Baginya, usia tidak menjadi masalah untuk memimpin Provinsi Kepri karena yang terpenting adalah semangat dan etos kerja dalam membangun daerah.

Sani menekankan, siapapun boleh menjadi gubernur tanpa memandang usia. Apakah orang itu muda atau tua, selama semangat jiwa raga masih ada boleh memimpin Kepri.

“Bagi saya, selama masih punya semangat, etos kerja serta masih bisa berjenaka saya rasa orang itu masih bisa untuk memimpin meski usianya sudah tua. Karenanya, saya memastikan diri untuk maju kembali,” katanya.

Sani juga menegaskan pertemuannya dengan sejumlah pejabat kecamatan, lurah dan kepala desa di gedung Sri Serindit ini bukanlah kampanye, melainkan hanya mengabarkan kepada masyarakat atas kepastian langkah untuk dalam Pilkada Kepri mendatang.

“Saya di sini bukan kampanye, tapi saya mengabarkan saja kepada sanak saudara semua, kalau saya ingin maju lagi. Pasal dukungan terserah sanak saudaraku semua, mau dukung saya syukur dan kalau tidak pun juga tidak ada masalah,” katanya.

Terkait kendaraan politik, Sani menyebutkan sedikitnya sudah ada tiga partai yang sedang intens melakukan koordinasi politik dengannya yakni Demokrat, Gerindra dan PKS. Sementara untuk wakilnya, Sani menyebutkan bahwa untuk sementara ini yang masih dalam tahap komunikasi intens baru Ketua Partai Demokrat Kota Batam Ahmad Dahlan.

“Dukungan partai sudah ada, Demokrat, Gerindra dan PKS. Dan untuk wakil kita serahkan ke mekanisme partai nantinya. Tetapi sampai saat ini yang paling mendekati kepastian adalah ketua Partai Demokrat,” katanya.

Dalam kesempatan itu Sani juga menyerahkan bantuan dari Pemprov Kepri untuk Kabupaten Natuna senilai Rp1,75 miliar. Dana itu untuk memperlancar pembangunan sumber daya manusia di pemerintahan.

Sani menekankan kepada seluruh camat, lurah, kepala desa dan PNS yang hadir agar memaksimalkan kinerjanya sebagai bentuk syukur atas jabatan dan status yang diterima.
“Kita harus senantiasa bersyukur karena tidak semua orang mendapatkan nasib dan jabatan yang sama dengan kita. Total anggaran Rp1,75 miliar itu untuk 12 kecamatan, 6 kelurahan dan 70 desa,” kata Sani didampingi Bupati Natuna Ilyas Sabli.

Sani menyerahkan bantuan dana tersebut secara simbolis kepada beberapa kecamatan dan desa di antaranya Kecamatan Bunguran Timur, Lurah Ranai Darat dan Desa Kelarik Utara. (ind)