Indopolitika.com Langkah tim pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang akhirnya membuka rekening untuk menggalang sumbangan masyarakat memunculkan kritik dari berbagai pihak. Sebelumnya, sejumlah anggota tim Prabowo-Hatta sempat mengkritik pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang lebih dulu menggalang sumbangan dari masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq menyebut apa yang dilakukan Jokowi-JK dengan menggalang dana dari masyarakat sama dengan mengemis. Bahkan, ia mengatakan, PKS akan menarik dukungan dari Prabowo-Hatta jika “jagoannya” juga melakukan hal yang sama. Lalu, kini apa sikap PKS?

Mahfudz berdalih, maksud pernyataannya itu jika penarikan sumbangan dilakukan di tempat umum.

“Saya waktu itu ditanya oleh wartawan tentang aksi di jalan-jalan, itu kan tidak boleh karena sesuai dana kampanye harus tercatat dan dilaporkan,” kata Mahfudz, saat seperti dilansir Kompas.com, Minggu (15/6/2014) petang.

Mahfudz mengatakan, pengumpulan sumbangan di tempat umum dan melalui rekening adalah dua hal yang berbeda.

“Kalau ada pengumpulan sumbangan di jalan-jalan, Rp 1.000 saja sulit dipertangungjawabkan. Bisa disalahgunakan. Bisa saja kan itu tidak tercatat dan tidak dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, Prabowo-Hatta menggalang dana menggunakan rekening Bank Mandiri dengan nomor 122-00-666-00-799 atas nama Prabowo-Hatta yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Kalau sampai minta di jalan juga, saya tidak setuju dan saya akan mengusulkan PKS tidak lagi mendukung Prabowo-Hatta. Tapi kalau Prabowo-Hatta buka rekening, Jokowi-JK buka rekening itu bukan masalah, memang peraturannya membolehkan,” kata Mahfud. (Ind/kps)