Pilgub DKI yang akan digelar pada Bulan Februari 2017 telah memunculkan banyak tokoh untuk ‎serta dalam kontestasi. Namun demikian Pengamat politik dari Kantor Konsultan Politik KonsepIndonesia Research & Consulting, Veri M Ariefuzzaman menyatakan para bakal calon itu semuanya masih berbasa basi dan tidak ada yang secara sungguh-sungguh serius mengikuti tahapan Pilkada DKI.  “Kecuali Ahok yang memang incumbent, para bakal calon lain tidak serius itu,” demikian analisis Veri.

Veri menjelaskan keseriusan bakal calon itu mudah ditelusuri baik dari persiapan maupun produk-produk kampanyenya. “Bagaimanapun Pilkada itu adalah seni berkampanye. Jika serius, pasti akan terlihat oleh semua. Sekarang lihat saja di lapangan, yang ada hanya genderang tanpa perang. Cuma berisik saja,” demikian ujarnya.
Veri mengungkapkan, jika bakal calon memang mau maju lewat jalur independen, tentu dia harus sudah berpasangan dan yang terpenting wajib membuat tim untuk keliling menggalang dukungan tandatangan basah dan foto copy ktp.” ‎Itu kerja keras,” ungkapnya. Sementara itu Jika calon mau maju via partai politik maka muhibah dan proses penjaringan di partai politik harus menjadi perhatian serius. Sejauh ini Veri menilai para bakal calon malah seolah berlomba-lomba akan maju via jalur independen. “Mereka merasa punya banyak pendukung semua, mereka juga menduga mengumpulkan dukungan tanda tangan basah dan foto copy KTP itu seolah gampang,” ujarnya.
Sejauh ini Veri menilai situasi menjelang tahapan Pilgub DKI masih menguntungkan Incumbent. “Jika situasi ini masih bertahan sampai 2 bulan ke depan, pemenang Pilgub DKI sudah bisa ditebak,” tutupnya. (red)