Jabar – Partai Golkar memastikan akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Keputusan tersebut dipertanyakan sejumlah pihak, lantaran Partai Golkar mengabaikan kadernya yang memiliki potensi besar untuk memenangkan Pilgub Jabar, yakni Dedi Mulyadi.

Igor Dirgantara, pengamat politik dari Universitas Jayabaya mengatakan, sebaiknya Dedi Mulyadi maju terus dalam Pilgub Jabar. Keberhasilan Dedi dalam memimpin Purwakarta, menjadi magnet tersendiri bagi partai politik lain untuk mengusung dirinya bertarung dalam pilkada.

Beberapa partai politik telah menyatakan ketertarikan untuk mengusung Dedi. Beberapa nama yang potensial untuk dipasangkan dengan Bupati Purwakarta tersebut bermunculan, salah satunya adalah gubernur petahana Deddy Mizwar. Duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dianggap memiliki peluang yang besar memenangkan Pilgub Jabar.

Partai Gerindra adalah salah satu yang mempertimbangkan opsi untuk mengusung pasangan tersebut. Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan partainya, membuka peluang menduetkan Deddy Mizwar dengan Dedi Mulyadi.

“Tidak mustahil duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, karena kami kembangkan terus koalisi dan pilihan paslon baru yang lebih baik,” cetus Sodik.

Gerindra Jabar sendiri sejak lama telah menyatakan ketertarikan untuk mengusung Dedi Mulyadi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi, saat melakukan kunjungan ke rumah dinas Bupati Purwakarta pada 13 Juni 2017 lalu.

“Begini ya, saya jelaskan, sebetulnya komunikasi dengan Kang Dedi ini sudah berlangsung lama dan intens. Sekalian saja dibuka ke publik, bahwa sosok Dedi Mulyadi merupakan salah satu nama yang paling populer untuk maju di Pilgub Jabar. Kang Dedi pun merupakan calon yang dibidik Partai Gerindra untuk Pilgub Jabar,” ungkap Mulyadi saat itu.

Jika akhirnya pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi benar-benar maju dalam Pilgub Jabar 2018, diyakini kontestasi Pilkada Jawa Barat akan berlangsung seru. Sebab, menurutnya, pasangan itu memiliki peluang untuk terpilih memimpin Jawa Barat.