Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo atau akrab disapa Pakde Karwo menyebut, ada 2 nama yang calon kuat sebagai pendamping Khofifah Indarparawansa pada Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang. Kedua nama tersebut berasal dari wilayah kultur Mataraman.

Dari sepuluh kandidat yang diusulkan, Soekarwo menyatakan semua memiliki potensi yang sama. Namun Gubernur Jawa Timur dua periode itu berulang kali menyebut nama Harsono dan Heru Tjahyono.

“Orang Jawa Timur pasti tahu nama Heru dan Harsono, mereka punya market jelas. Dua orang ini top markotop. Semua potensial, hanya ini kan masih dimusyawarahkan oleh tim 9,” ujar Soekarwo, saat ditemui seusai memberikan kuliah umum dan pengukuhan dirinya sebagai warga kehormatan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) Solo, Seperti yang dikutip dari Merdeka.com Jumat (17/11).

Harsono diketahui pernah menjabat sebagai Bupati Ngawi, sedangkan Heru Tjahyono adalah mantan bupati Trenggalek. Keduanya dianggap mempunyai prestasi dan berasal dari wilayah kultur Mataraman atau sekultur dengan Solo. Selain Ngawi dan Trenggalek kultur Mataraman lainnya adalah wilayah Kediri, Madiun, Magetan, Ponorogo, Tulungagung, dan Blitar.

Soekarwo menyebut, dari hasil survei yang dilakukan, terdapat sepuluh orang kandidat yang dinilai memiliki potensi untuk menjadi pendamping Khofifah sebagai calon wakil gubernur. Selain, Harsono dan Heru Tjahyono, ada Wakil Bupati Ngawi, Oni Anwar Harsono, dan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Proses penjaringan selanjutnya, akan dilakukan oleh Tim 9 yang terdiri dari para kiai. Dalam waktu dekat Tim 9 ini akan bertemu dengan partai pengusung Khofifah yang lain, yakni Partai Nasdem dan Partai Golkar.