Jakarta – Calon Gubernur Jawa Timur 2018, Khofifah Indar Parawansa masih merahasiakan calon wakil gubernur yang akan mendampingi dirinya dalam pemilihan gubernur (pilgub) 2018. Ia mengatakan tidak ingin menyebut nama sebelum benar-benar bulat diputuskan.

“Teman-teman (wartawan), izinkan saya tidak menyebut nama,” kata Khofifah saat ditemui seusai acara diskusi bertajuk “Pahlawan Kekinian, Mengabdi dan Berkarya untuk Negeri” di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, pada Kamis, 9 November 2017.

Pada 5 November 2017, Tim 17, yang beranggotakan para kiai pendukung Khofifah, telah merekomendasikan dua nama sebagai calon wakil gubernur. Rekomendasi itu didapat setelah rapat semua anggota tim yang berlangsung di kediaman KH Asep Saifuddin Chalim di Jalan Siwalankerto Utara, Surabaya. Dua nama tersebut dipilih dari sekitar 12 nama yang disodorkan para kiai yang tergabung dalam Tim 17.

Meskipun demikian, Khofifah mengakui sudah ada dua nama yang telah ia kantongi. Ia juga menyebut masih diperlukan komunikasi yang lebih intens dengan partai-partai yang telah mendukungnya.

“Tapi sudah mengerucut dua nama. Sekarang sedang dikomunikasikan kepada partai-partai pengusung,” ucap Menteri Sosial ini.

Ketika ditanya dari kalangan mana kira-kira dua calon pendampingnya tersebut, apakah dari kalangan profesional, pengusaha, atau partai politik, Khofifah hanya tertawa. Ia kemudian buru-buru meninggalkan lokasi acara.

Sejumlah partai politik yang telah menyatakan dukungan terhadap Khofifah Indar Parawansa untuk maju sebagai calon gubernur dalam pilkada Jawa Timur 2018 adalah NasDem, Hanura, Golkar, dan Demokrat. Jika Khofifah benar-benar maju, ia akan melawan calon inkumben Saifullah Yusuf dan Azwar Anas, yang didukung koalisi PDIP dan PKB serta telah lebih dulu mendeklarasikan diri maju dalam pilgub 2018.