Gubernur Kepulauan Riau petahana Muhammad Sani tidak peduli disebut terlalu tua ikut pemilihan kepala daerah 2015 karena berniat mengabdi kepada masyarakat.

“Saya tidak terganggu dengan rumor itu. Seperti puisi yang saya suka, kalau Anda punya semangat, punya mimpi, Anda berarti belum tua,” kata Muhammad Sani dalam bincang sarapan pagi bersama masyarakat Kecamatan Batam Kota di Batam Kepri, Minggu, (22/2).

Ia mengaku sudah berumur 72 tahun, namun masih sehat dan kuat untuk menjalankan tugas-tugas sebagai gubernur. Bahkan, dalam dua hari terakhir kegiatannya sangat padat dan bisa dijalani dengan baik.

“Saya tahu diri saya sendiri, saya masih bisa,” kata dia meyakinkan.

Pria yang saat ini tidak tergabung dalam partai politik itu mengaku masih ingin menjadi gubernur dalam periode selanjutnya karena ingin menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung.

“Sudah sekian lama bekerja, masih banyak yang belum saya bantu. Itu yang jadi pikiran saya, saya ingin bantu semua,” kata pria yang pernah menjabat wakil gubernur pada 2005-2010.

Sani mengatakan baginya, inti sebuah jabatan adalah berguna bagi orang lain, tidak hanya untuk diri sendiri.

“Buat saya tidak ada kepentingan apapun. Sayang rasanya, kampung saya di sini. Saya lahir di sini, saya bermimpi sampai akhir khayat masih bisa membantu, ingin berbuat sebanyak mungkin untuk masyarakat,” kata dia.

Pria kelahiran Kundur 11 Mei 1942 itu mengaku tidak ada resep khusus bagi kesehatannya, selain menjaga hati dan mengedepankan silaturahmi.

Ia percaya silaturahim dapat membuat panjang umur dan murah rezeki seperti yang diajarkan dalam Islam. (Ant/ind)