Karimun-Menguatnya kesan calon Gubernur Kepri Soerya Respationo memilih Bupati Bintan Ansar Ahmad sebagai calon wakilnya di pilgub Kepri nanti, membuat pendukung Nurdin Basirun meradang. Mereka merapatkan barisan, beralih mendukung Muhammad Sani.

Apalagi, spanduk-spanduk dukungan Soerya-Nurdin bertebaran di Karimun. Sejumlah pendukung Nurdin yang mendengar Soerya menggandeng Ansar mulai merapatkan barisan menyikapi tak terpilihnya Nurdin.

Tak hanya dari Karimun, pendukung Nurdin di Tanjung Batu juga kecewa. Alimid (65), misalnya. Tokoh asal kundur itu begitu kecewa seiring dengan santernya Nurdin terpental dari calon wakil Soerya.

“Kami kecewa, namun itulah dinamika politik. Selama ini kami terlalu terbuai dan percaya dengan apa yang kami dengar bahwa Soerya akan menggandeng Nurdin”, kata Alimid kemarin. Menurut Alimid, Nurdin Basirun adalah sosok yang pas.

Ia mengajak warga Karimun berjuang mendukung Nurdin sebagai wakil gubernur karena sudah sukses membangun Karimun jika tak bersama Soerya, ia dan pendukung Nurdin lain ingin Nurdin jadi calon wakil Muhammad Sani, Gubernur Kepri yang dulu pernah berpasangan dengan Nurdin saat masih menjabat sebagai Bupati Karimun.

“Waktu masih banyak. Kami akan kerja keras untuk mewujudkan putra terbaik yang kami miliki saat ini akan menjadi pemimpin di negeri ini. Sani dan Nurdin yang sudah membawa Kabupaten Karimun seperti ini, dan merekalah putra terbaik kami saat ini dan layak menjadi pemimpin lima tahun ke depan”, ujarnya optimis.

Bagaimana sikap Nurdin? Ditemui disela kunjungan Bupati Bangka Barat kemarin, Nurdin tak reaktif. Namun, Nurdin juga tak banyak berkomentar “Saat ini saya tidak bisa memutuskan apapun”, kata Nurdin.

Nurdin mengatakan, akan mengikuti proses dan mekanisme pilgub Kepri. Bagaimana dengan kekecewaan pendukungnya dan dukungan mereka agar Nurdin bersama Sani, Nurdin mengatakan, belum mengetahui.

“Saya belum dengar itu, namun dalam peta politik segalanya bisa terjadi. Rasa kecewa di masyarakat mungkin ada, sehingga mereka melakukan upaya sebagai bentuk apresiasinya”, ujar Nurdin.

Tunggu Rekomendasi

Soerya Respationo yang dikonfirmasi mengatakan, ia belum pasti bersama Ansar. Sampai tadi malam, kata Soerya rekomendasi dari DPP PDIP belum terbit. “Surat dari DPP belum keluar. Saya juga belum tahu siapa yang akan direkomendasikan”, kata Soerya.

Soerya mengatakan, pihaknya sudah menjelaskan kepada Nurdin dan Ansar soal mekanisme di PDIP. Soal siapapun nanti yang akan dipilih, kata Soerya, Ansar dan Nurdin juga akan menerima.

Bagaimana dengan kekecewaan dengan pendukung Nurdin? Soerya menjawab diplomatis. “Belum ada rekomendasi dari DPP PDIP. Jadi, bagaimana saya bisa berandai-andai”, katanya.

Bersama Ansar

Muncul foto Soerya bersama Ansar Ahmad dan ketua DPRD Kepri Jumada Nadaek dalam satu peawat di dinding jejaring social facebook milik Soerya, membuat banyak spekulasi keduanya ke Jakarta menjemput surat rekomendasi dari DPP PDIP. Apalagi, hasil survey sejumlah lembaga menyatakan Soerya-Ansar paling kuat.

“Informasinya begitu. Tapi untuk pastinya kami belum tahu”, ujar salah satu tim pendukung Komunitas Pemilih Soerya Respationo (Kopi Sore), Romesko Purba saat dikonfirmasi kemarin.

Sekretaris DPP PDIP Kepri, Lis Darmansyah tak memastikan tujuan keberangkatan Soerya dan Ansar. Namun, Lis juga tak membantah saat ditanya apakah keberangkatan mereka terkait Pilgub Kepri.

“Kami masih menunggu rekom”, jawabnya. Lis adalah yang mengatakan, pasangan Soerya-Ansar sudah 90 persen.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bintan, Indra Setiawan mengaku tidak bias membocorkan tujuan keberangkatan Ansar dan Soerya menuju kantor DPP PDIP”. Aku tak dapat komentar dulu karena ini perintah. Jadi aku harus merahasiakannya dulu”, ujarnya.

Benarkah Soerya dan Ansar berangkat ke kantor DPP PDIP? Soerya membantah. “Kami ada acara TKPK Pemprov DIY”, kata Soerya. (*/ind)