Dukungan DPC Partai Gerindra Kabupaten Cianjur pecah dalam pilkada Cianjur 2015. Sejumlah Pengurus DPC dan PAC Partai Gerindra Kabupaten Cianjur mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar-Herman Suherman (BERIMAN).

Padahal sebelumnya, DPC Partai Gerinda Cianjur telah memberikan dukungan kepada pasangan Suranto-Aldwin Rahardian (SUARA).

Namun keputusan tersebut tidak didukung sepenuhnya oleh pengurus DPC dan PAC di Kabupaten Cianjur.

Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPC Partai Gerindra Cianjur Hendry Juanda mengatakan, sejak awal sejumlah pengurus DPC dan 28 PAC dari 32 PAC di Cianjur tidak mendukung pasangan SUARA.

Menurut Hendry, proses dukungan tidak melalui proses prosedural Partai Gerindra. Selain itu, tanda tangan dalam SK dukungan SUARA tersebut hanya Sekjen DPP Partai Gerindra yang bertanda tangan basah. Sementara tanda tangan Ketua Umum DPP Partai Gerinda adalah tanda tangan kering.

“Tanda tangan pak Prabowo Subianto pun bukan tanda tangan basah. Kami bicara seperti ini agar publik dan DPP tahu, kami siap dipanggil DPP untuk menjelaskan, siap diberi sanksi dan bahkan dipecat. Karena sejak awal kami mendukung pasangan BERIMAN. Kami juga siap dan segera untuk melakukan deklarasi terbuka,” kata Hendry kepada wartawan saat konferensi pers, Selasa (15/9).

Hendry mengatakan, saat ini banyak pengurus DPC yang tiarap karena ketidaksetujuan memberikan dukungan kepada SUARA. Mereka juga mengaku akan bergerak melaksanakan deklarasi terbuka untuk mendukung pasangan nomor dua BERIMAN.

Gerakan yang mereka lakukan karena sadar, bahwa sebagai pelopor berdirinya Partai Gerindra di Cianjur, proses politik dalam dukungan terhadap pasangan SUARA di Pilkada Cianjur tidak sesuai prosedur, dan tidak sejalan dengan visi Dan program Partai Gerindra.

“Kami ini para pelopor berdirinya Partai Gerindra di Cianjur, kami semua punya sertifikat kader muda Hambalang, yang bisa memecat kami adalah pak Prabowo Subianto. Saat ini banyak kader yang tiarap karena kecewa dengan keputusan partai mendukung pasangan SUARA. Dari 187 orang kader yang memiliki sertifikat muda Hambalang, lebih dari 150 orang kader mendukung pasangan BERIMAN,” jelas Hendry. (jp/ind)