Sebanyak empat partai politik, yakni Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera menyiapkan koalisi menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur yang diselenggarakan 2018.

“Kami akan bertemu pekan depan dan membahas kesiapan koalisi menjelang Pilkada Jatim,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Jawa Timur Musyafak Noer kepada wartawan di Surabaya, Minggu (24/4/2016).

Menurut dia, keempat partai politik tersebut sepakat untuk duduk bersama sekaligus menyamakan misi terhadap kriteria calon pemimpin Jatim, termasuk kandidat yang cocok menggantikan Soekarwo dan Saifullah Yusuf menjadi orang nomor satu dan dua di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Tujuan utamanya, kata dia, menyikapi persiapan Pilkada Jatim dengan perlu atau tidaknya bersatu memperkuat koalisi serta menemukan formula tepat pada Pilkada mendatang.

“Awalnya masih ngomong-ngomong biasa, kalau dirasa perlu koalisi maka ya koalisi, kemudian dilanjutkan mencari kandidat yang tepat,” ucapnya.

Ketua Fraksi PPP DPRD Jatim tersebut juga menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan partai politik lain yang belum memiliki bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk bergabung.

“Kalau PKB, PDIP dan Partai Demokrat seperti sudah jelas arahnya. Tapi bagi partai-partai yang jika mengusung calon sendiri harus berkoalisi dan sampai saat ini belum bersikap,” katanya.

Salah satu alasannya, lanjut dia, adalah semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 sehingga harus dimulai sejak sekarang untuk menyikapi dan menentukan langkahnya.

“Bisa saja kandidat diusung dari tokoh-tokoh yang sudah beredar sekarang, atau calon baru yang tentu saja sesuai kapasitas dan kualifikasi nantinya,” kata legislator asal daerah pemilihan Jatim XI (Madura) tersebut.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jatim Soepriyatno juga mengakui rencana koalisi tersebut dan diharapkan muncul tokoh yang benar-benar bisa memperjuangkan rakyat Jatim semakin lebih baik ke depannya.

“Kami akan membahas bersama dan arahnya ke koalisi. Tujuannya juga mencari yang terbaik untuk calon gubernur mendatang,” katanya.

Legislator DPR RI itu juga berharap partai-partai politik lainnya yang memiliki kesamaan pandangan bisa bergabung, termasuk koalisi di tingkat kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak 2018.

Sekadar informasi, pada 2018 di Jatim akan dilakukan secara serentak satu Pilkada Gubernur dan 18 Pilkada untuk memilih wali kota/bupati. (ant)