Survey LSKP  yang dirilis beberapa hari yang lalu, menyatakan elektabilitaas Muhammad Sani (HM Sani) sebesar 16,8% berada dalam arsir margin error dengan kandidat lain khususnya Soerya Respationo atau yang biasa dipanggil Romo Soeryo. Posisi ini menunjukan tingkat keterpilihan HM Sani amaat positif, padahal Sani belum mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilgub Kepulauan Riau (Kepri) 2015.

HM Sani masih terkesan malu-malu walau didesak banyak tokoh Kepri untuk maju meneruskan estafet kepemimpinannya. Hal mana berbeda jauh terbalik dengan Soerya yang secara gamblang dan tegas menyatakan maju dalam Pilgub yang akan dihelat Desember 2015 nanti.

Peneliti Lingkaran Survey Independen, Ahmad Fauzan  menyatakan‎ survey-survey yang digelar jauh sebelum pendaftaran calon biasanya dilakukan untuk mengetahui calon-calon potensial yang akan maju. Bisa juga dilakukan untuk menguji akan dengan siapa saatu kandidat berpasangan atau untuk tujuan diusung partai politik.

“Survey tersebut biasanya sarat kepentingan pembayarnya, karena dilakukan untuk tujuan politis ketimbang akademis atau strategis,” ujarnya, di Batam, (30/04).

Fauzan menambahkan, jika ada lembaga survey yang mempublikasikan surveynya secara massif baik melalui rilis ke media-media cetak dan elektronik maupun melakukan konferensi pers maka patut diduga lembaga tersebut adalah konsultan politik yang sedang melakukan penggiringan opini.

“Bisa saja untuk menggiring opini agar partai politik mau melamar calon atau bahkan bisa juga untuk kepentingan meyakinkan para donor,” bebernya.

Ketika diminta penilaian soal hasil survey LSKP tersebut, Fauzan menegaskan, sejauh dilakukan dengan metode yang benar dan kontrol yang rigit, satu survey bisa diterima. Untuk mengujinya hanya dengan melakukan survey dengan metode yang sama. Fauzan menambahkan, secara statistik perbedaan dalam arsir margin error itu tidak signifikan.

Sementara itu Ketua Relawan Kepri, Chairul menyatakan senang dan terimakasih kepada LSKP yang telah menyampaikan hasil surveynya. ‎

“Hasil survey itu membuat kita semangat dan akan mendorong Bapak HM. Sani untuk maju kembali, ” ujarnya.

Chairul menegaskan bahwa hasil survey tersebut telah berhasil mengukur sejauh mana kandidat lain yang telah berkampanye hampir satu tahun lebih  mendapatkaan respon pemilih.

“Jika survey itu benar, berarti persaingan dalam Pilgub ini tidak terlalu berat. Belum bergerak saja, Pak Sani sudah segitu elektabilitasnya, apalagi jika sudah bergerak,” pungkasnya. (ind)