HM Sani sudah tidak malu-malu lagi menyampaikan kepada masyarakat Karimun kalau dirinya kembali bertarung pada pemilihan gubernur Kepri periode 2015-2020 mendatang. Dia mengaku masih kuat untuk maju. “Saya masih kuat,” kata Gubernur Kepri incumbent ini kepada masyarakat Baran Barat, Kecamatan Meral, Sabtu (14/2) siang.

Sani merasa terhormat ketika Tuhan memanggilnya pada saat dirinya sedang menjalankan tugas pemerintahan. “Saya akan terus bekerja hingga akhir hidup. Saya akan merasa terhormat, jika harus ‘pergi’ disaat saya sedang menjalankan tugas pemerintahan. Saya akan terus bekerja, bekerja dan bekerja,” ungkap Sani tegas.

Mantan Bupati Karimun periode 1999-2004 ini menyebut, bertandang ke Karimun merupakan ajang pulang kampung sekaligus merekat jalinan silaturahim dengan sanak saudara di kampung halamannya itu. “Karimun adalah kampung saya. Jadi, kalau saya datang kesini, berarti saya ingin jenguk saudara saya di kampung,” tutur Sani.

Karena itu, Sani tak segan-segan mengutarakan niatnya untuk maju kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepri mendatang, dengan meminta dukungan penuh masyarakat Baran maupun Meral secara keseluruhan. Sani berjanji akan terus memperhatikan Karimun sebagaimana yang dilakukannya selama menjabat Gubernur Kepri saat ini.

“Saya ini budak Karimun. Sebagai budak sini, tentu wajar saya minta bantu kepada orang-orang tua, dan keluarga saya disini untuk memberikan dukungan. Maka dari itu, tak salah kiranya saya mengutarakan niat baik saya dan meminta dukungan kepada saudara-saudara saya disini,” ungkapnya.

Dihadapan masyarakat Baran Barat, Sani kembali bernostalgia ketika menjabat Bupati Karimun. Dia menyebut, meski dengan anggaran yang sedikit, namun niat yang tulus dan kuat, maka semua rencana apapun pasti akan terwujud dan dimudahkan jalannya oleh Allah.

“Lihatlah, ketika saya jadi Bupati. Saat itu, saya tak punya uang banyak. Tapi saya bisa bangun jalan poros, kantor pemerintahan, rumah sakit dan lainnya. Walau anggaran saat itu cuma sekitar 300 miliar lebih saja. Tapi, dengan niat baik semua bisa dibangun,” terang Sani.

Bukan hanya menyampaikan niatnya maju pada pilgub Kepri, Sani juga memperkenalkan sejumlah tim ataupun partai politik yang menjadi bagian dari tim pemenangannya pada pilgub mendatang. Sani menyebut ada Saparuddin Muda, Ketua DPW Partai Gerindra Kepri, ada Ahars Sulaiman, mantan anggota DPRD Kepri dan sejumlah politikus Kepri lain yang mendukungnya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat Baran menyampaikan sejumlah usulan kepada HM Sani, diantaranya pembangunan tempat pemakaman umum Islam (TPUI) di belakang surau Jabal Rahmah, pembangunan patung atau monumen di taman kota Tanjungbalai Karimun. Komunitas motor tua juga mengajukan Perda pelestarian motor tua di Kepri, pembebasan pajak bagi motor yang usianya diatas 30 tahun dan memudahkan akses silaturahmi dengan komunitas motor di Kepri.

Permintaan masyarakat Baran Barat, Kecamatan Meral tersebut ditampung Sani. “Semua usulan ini kami tampung, kalau usulan itu tidak berbenturan dengan aturan diatasnya, maka akan direalisasikan. Namun, saya akan memberikan jalan terbaik. Kalau ada organ tunggal disini, maka saya akan nyanyikan lagu jalan terbaik disini,” ujar Sani berseloroh.

Ramah tamah Sani dengan masyarakat Baran Barat itu tidak dihadiri Bupati Karimun Nurdin Basirun. Sani saat itu didampingi Wakil Bupati Aunur Rafiq. Saat kedatangan Sani ke Karimun, Nurdin hanya menemani di rumah dinas bupati dan pembukaan Musyawarah IV Muhammdiyah Kepri di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun.

Ikuti Mekanisme

HM Sani mengaku siap mengikuti semua mekanisme yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mengenai berapa banyak partai pendukung, Sani mengaku telah melakukan pendekatan dengan beberapa partai. Namun ia belum bisa memutuskan kapan dan berapa yang akan mendukung.

“Tetapi kita tentu terus melakukan pendekatan-pendekatan seperti kepada PKB, Gerindra, Partai Demokrat, PKS, PPP dan lainnya. Soal keputusan kan ya mereka yang menentukan. Kita hanya berteman saja. Kalau jodohnya ada mudah-mudahan saja, kalau tidak ada jodoh berarti kan bukan kita yang didukung mereka,” ungkap Sani.

Untuk tahap awal dalam hal penjajakan ditingkat bawah menurutnya sudah lebih dulu dilakukan dan itu sudah selesai. Namun kembali lagi kepada masing-masing partai yang punya mekanisme sendiri, karena ada keputusan lebih tinggi dan tidak bisa mencampuri internal mereka.

Menyinggung siapa yang dipilih untuk menjadi pendampingnya atau calon Wakil Gubernur, Sani justru lebih hati-hati menyampaikan dan tidak seperti beberapa hari lalu dengan blak-blakan menunnjuk Walikota Batam, Ahmad Dahlan yang akan mendampinginya.

“Ya kita lihat bahwa semua itu kan tergantung dari partai pengusung juga. Kecuali saya punya partai sendiri saya bisa dudukkan itu. Jadi mana yang terbaik dan sementara ini itu yang terbaik ya kita ikuti saja. Gambaran sementara saya pikir anda sendiri sudah tahu lah ya, tidak perlu saya jelaskan lagi, tapi itu kan belum final. Artinya itu tadi, mekanisme dibuat oleh partai itu sendiri. Saya ikuti saja apa kata partai itu,” pungkasnya. (hk/ind)