Pemilihan kepala daerah gubernur Kepulauan Riau diperkirakan akan diikuti dua calon incumbent yang sama-sama kuat: Muhammad Sani dan Soerya Respationo. Berbagai tanggapan pun muncul dari kalangan masyarakat, tak terkecuali Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam KH. Usman Ahmad.

Ia mengatakan, calon pemimpin Kepri ke depan haruslah orang yang punya kepedulian terhadap masalah keumatan. Pasalnya, persoalan keumatan dewasa ini cukup serius sehingga butuh intevensi kebijakan yang tegas dari pemerintah.

“Pemimpin yang punya keberpihakan terhadap masalah keumatan. Yang bersikap tegas, salah itu salah dan benar itu benar,” katanya ketika dihubungi di Batam Kota, Rabu (20/5/2015).

Menurutnya, salah satu persolan keumatan yang ia anggap serius adalah masalah aqidah yang semakin hari makin rentan terhadap serangan nilai-nilai dari luar. Apalagi saat ini marak muncul praktik-praktik yang berpotensi merusak moral masyarakat. Di antaranya, perjudian, prostitusi, narkoba sampai premanisme.

“Jadi persoalan akidah dan moral sudah sangat membahayakan. Termasuk munculnya aliran-aliran yang bertentangan dengan Islam,” tuturnya.

Karena itu, ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar punya komitmen keislaman yang kuat, sehingga mampu membangun masyarakat sesuai etika Islam. Pemimpin demikian, sambungnya, diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan kehidupan umat.

“Ibarat kata, kalau kita ada di lingkungan setan kita akan jadi setan. Tetapi, kalau ada di lingkungan malaikat maka setan pun akan jadi malaikat,” ujarnya menjelaskan besarnya pengaruh lingkungan bagi moral masyarakat.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah berpendapat, jika Kepri dipimpin oleh orang yang tidak peduli masalah keumatan, moral masyarakat akan semakin merosot. Pemimpin, katanya, bukan hanya sebagai kepala pemerintahan saja melainkan juga sebagai panutan masyarakat.

“Lagi pula, masalah keumatan ini harus diatasi bersama, tidak bisa diserahkan ke pemuka agama saja,” pungkasnya. (R02)