Pilkada Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang akan dihelat pada Bulan Desember 2015 diperkirakan akan berlangsung seru. Hal ini karena pasangan HM Sani-Romo (Soerya Respationo) yang kini memimpin Kepri akan bercerai. Romo sudah terang-terangan menyataakan akan maju sebagaai calon gubernur menantang HM Sani yang masih malu malu menyatakan maju kembali.

Pengamat politik dari Lingkaran Survey Independen, Ahmad Fauzan menyatakan bahwa pertarungan antar-incumbent khususnya gubernur melawan wakil gubernur seringkali terjadi. “Biasanya dimenangkan oleh gubernurnya, karena penguasaan atas akses dan kontrol atas daerahnya,” demikian ujar Fauzan, (7/5).

Dalam konteks Kepri, Fauzan menilai penguasaan atas akses dan kontrol atas sumber daya dinilai seimbang. Romo sebagai wakil gubernur dinilai lihai dan piawai memainkan peran politik dan mampu menggunakan semua potensi kekuatannya untuk “mengendalikan” Sani. Intinya, menurut Fauzan, di Kepri bahkan saat pemerintahan berjalan, kepolosan Sani dimanfaatkan Romo. “Malah dari luar, patut diduga Romo jauh lebih lihai dan memiliki daya pressure yang kuat,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Fauzan memprediksi pertarungan dalam Pilkada Kepri tahun ini akan sangat seru. Romo Soerya akan bertarung habis-habisan sementara Sani, seperti sebelum-sebelumnya akan bertempur dengan gaya santai nothing to lose. “Dua tipikal ini akan bertemu di medan laga dan pertarungan menjadi seperti anak melawan orang tua. Kalau mau lebih jujur, sepertinya Romo Soeryo akan serang habis Sani dengan segala taktik dan siasat,” tutup Fauzan.

Sementara itu Siti Aminah, pimpinaan Majelis Taklim Nurul Hidayah, Batam menyatakan bahwa masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga lebih menghendaki agar pasangan Sani-Soeryo tetap berpasangan memimpin Kepri. “Mereka itu kombinasi yang bagus, seperti merah sama putih. Kalau mereka berdua bertempur maka bendera tak lagi dwi warna,” ujarnya.

Aminah melihat Sani adalah sosok yang bijaksana, teliti, tulus dan penuh perhatian sementara Romo Seoryo adalah sosok yang berani, tegas bahkan terkesan galak serta berjiwa muda. “Jadi kalau Sani dilawan Soeryo rasanya seperti kakak ditentang adik. Namun jika keduanya tetap bertarung, hati nurani rakyat Kepri pasti tahu harus memihak ke siapa,” pungkasnya. (ind)