Tangerang – Pilkada serentak akan segera digelar pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2017 ini (lusa) di 101 daerah se-Indonesia. Dari jumlah 7 Provinsi, 18 Kota dan 76 Kabupaten yang akan mengelar Pilkada serenak tersebut, Provinsi Banten merupakan salah satu diantaranya dengan dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut satu Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan pasangan nomor urut dua Rano Karno-Embay Mulya Syarif.

Blusukan dan kampanye berlalu sudah, masa tenang menghadapi hari H menjadi yang dinanti masyarakat-pun tentunya masing-masing kandidat pasangan calon. Selama masa kampanye beberapa bulan itu terdapat keriuhan massa baik diruang publik maupun di sosial media. Juga saat debat antar kandidat beberapa waktu lalu, namun selama masa itu tidak terjadi hal yang amat buruk.

Menurut Direktur Konsep Indo (Konsultan Politik Sosial) Kota Tangerang Selatan, Veri Muhlis Arifuzzaman, mengatakan, bukankah seharusnya kita bersyukur dengan suasana demokratis yang sekarang berjalan? Tak ada kerusuhan massal, tak ada pembunuhan karena politik, tak ada korban jiwa, tak ada kekacauan negara.

“Itu yang harus disyukuri,” tegas Veri.

Kata dia, soal suasana yang panas, sepanjang tekendali dan semua taat azas, tidak masalah. Yang masalah justru ketika negara melalui aparatnya turut campur berpihak pada satu kontestan politik. Itu yang bahaya, memang tidak menimbulkan kekacauan tapi akan tercatat dan jadi contoh bahkan bisa jadi yurisprudensi jika berkait dengan hukum!.

“Bisa jadi penguasa berikutnya akan mengulang pola yang sama dan negara akan jatuh pada kekuasaan yang tiranik, otoriter tapi dipilih melalui pemilu. Kita patut bersyukur bahwa setajam apapun perbedaan tak ada yang mati. Tak ada perang sipil,” ujar Veri seperti dalam postingan sosial medianya Facebook, kemarin.

Alumnus Daar el-Qolam ini juga menilai, mereka yang menggunakan hak menyatakan pendapat dan berdemo di banyak tempat, semua berjalan baik saja, termasuk jutaan manusia yang unjuk rasa mengatasnamakan pembela fatwa MUI itu, berjalan damai saja. “Yang kecewa justru mungkin para perancang agar terjadi kerusuhan. Mereka penjahatnya. Suatu hari pasti akan kelihatan batang hidungnya,” kata dia.

Anda, berbahagialah bisa berbeda dengan saudara atau tetangga. Itu baik, agar hidup nyaman dalam perbedaan bisa dijalankan sejak dalam pikiran, perkataan (komentar di sosmed) dan perbuatan, sambung dia. “Anda boleh merasa benar tapi yang lain belum tentu salah. Itu penting agar anda tidak rasis! Tidak merasa mulia dan suci sendiri, tidak seperti iblis,” cetus Veri.

Anda boleh merasa pintar tapi yang lain belum tentu bodoh apalagi dungu. Itu penting agar Anda tidak seperti Iblis yang ogah hormat pada Adam yang telah diajari ilmu Asma oleh Tuhan.

“Santai saja semuanya. Pilkada DKI tinggal menghitung hari. Saya mau kasih tahu, itu akan terjadi dua putaran, semua paslon berpeluang masuk ke putaran kedua (Pilgub DKI –red). Di putaran kedua, kubu penantang akan bersatu jika berhadapan dengan petahana. Kita keren,” demikian Veri.