Palembang – Pilkada Sumsel 2018 makin ramai. Perkembangan proses pengusungan kandidat oleh partai politik cukup mendebarkan para pendukung yang menanti jagoannya diusung. Hari ini Partai Nasdem resmi menyatakan mengusung pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumsel 2018. Dengan demikian Partai Nasdem adalah partai kedua yang menyatakan mengusung Herman Deru, sebelumnya Partai Amanat Nasional sudah menyatakan secara resmi hal yang sama.

Saat dimintai komentarnya mengenai pengusunan resmi oleh Partai Nasdem, Herman Deru menyatakan berterima kasih kepada pimpinan pusat dan wilayah. Kepercayaan yang diberikan Partai Nasdem tidak akan disia-siakan. Deru menyatakan akan berjuang bersama untuk memenangkan kontestasi dan akan menjalankan amanah partai berupa perbaikan-perbaikan, restorasi dan utamanya memajukan Sumatera Selatan.
“Alhamdulillah, rekomendasi resmi dari Partai Nasdem sudah saya terima. Dalam rekomendasi ini saya sudah dipasangkan dengan Bapak Mawardi Yahya. Mohon doa dan dukungannya,” ujarnya kepada awak media, Senin (16/10).

Herman Deru menambahkan bahwa dirinya sudah saling mengenal sejak lama dengan Mawardi Yahya, terutama karena sama-sama pernah menjabat sebagai bupati di Sumatera Selatan. “Saya banyak berdiskusi dengan beliau, karena beliau adalah politisi senior dan berpengaruh di Kabupaten Ogan Ilir. Saya pastikan, kami bisa kompak jika dipercaya oleh rakyat Sumsel,” ujarnya.

Herman Deru lahir di Belitang, Sumatera Selatan, 17 November 1967 adalah Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang menjabat selama 2 periode yakni 2005-2010, 2010-2015. Pada Pilkada Sumatera Selatan Tahun 2013 ia akan menggandeng Hj. Maphilinda Syahrial Oesman yang merupakan istri dari Ir. H. Syahrial Oesman, M.M. Mantan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan. Pasangan Deru-Maphilinda (Derma) ini, didukung oleh 20 Partai antara lain PPP, Partai Gerindra, Partai Hanura dan partai partai yang lainnya. Dalam Pilkada kali ini, Herman Deru mendapat dukungan publik cukup besar, terbukti pada hampir semua survei yang diselenggarakan oleh lembaga survei ternama, posisinya selalu yang tertinggi. Tingginya elektabilitas Herman Deru dipandang sebagai hasil kerja kerasnya selama menjadi pejabat dan juga merupakan pendukung fanatiknya yang memilih di pilkada lalu.

Sementara Mawardi Yahya dilahirkan di Sukaraja Baru, Indralaya Selatan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 2 Maret 1958; merupakan Bupati Kabupaten Ogan Ilir ke-1 yang terpilih langsung melalui pilkada, Mawardi memimpin Bumi Caram Seguguk selama 2 periode (2005 – 2010, 2010 – 2015). Sebelum menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir, Mawardi yang berasal dari Partai beringin ini merupakan Ketua DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir periode 1999 – 2004. Pada tanggal 7 Agustus 2015, Mawardi resmi mengundurkan diri dari jabatannya tersebut, padahal waktunya masih ada 15 hari lagi (22 Agustus 2015). Untuk itu ia menyerahkan jabatannya tersebut kepada wakilnya, Daud Hasyim hingga selesai pada tanggal 24 Agustus 2015. Anaknya, Ahmad Wazir Noviadi bersama Ilyas Pandji Alam (kader PDI-P) akan mencalonkan dirinya sebagai Cabu & Cawabup Ogan Ilir 2015-2020, dan terpilih. (AJ)