Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memilih untuk meninggalkan ruang sidang paripurna yang sedang menggelar pembahasan agenda pembacaan paket pimpinan DPR.

“PKB memutuskan untuk melakukan walk out dan tidak bertanggung jawab atas hasil keputusan pimpinan DPR,” kata politisi PKB yang mengenakan pakaian putih di atas mimbar, Kamis (2/10/2014).

PKB menilai, pimpinan sidang tidak memberi keadilan dalam memberikan kesempatan anggota lain memberikan interupsi.

Hal serupa dilakukan oleh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Seorang politisi berpakaian jas lengkap naik ke atas mimbar podium  dan memutuskan untuk meninggalkan ruang sidang.

“Kami memilih untuk melakukan walk out dan tidak bertanggung jawab atas hasil keputusan ini. Semoga dosa-dosa atas pemilihan ini diampuni Allah,” tuturnya. 

Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo yang bertindak sebagai juru bicara di podium memustukan untuk tidak melanjutkan agenda pembahasan paket pimpinan DPR.

“Dengan hormat pimpinan, kami memutuskan untuk meninggalkan ruangan dan tidak bertanggung jawab atas keputusan paket pimpinan DPR,” kata Tjahjo.

Hal senada dikatakan Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat. Dia menilai, pemilihan paket pimpinan tersebut telah menciderai demokrasi bangsa.

“Karena menurut kami rapat tidak adil dalam menjalankan tatib yang ada. Atas hal tersebut, Fraksi Nasdem memutuskna untuk keluar dari ruang rapat,” tuturnya.

Dengan walkoutnya Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Fraksi Partai Nasdem, Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (FHanura), pemilihan pimpinan DPR diputuskan melalui aklamasi. Sebab, hanya ada satu paket calon pimpinan DPR yang diajukan enam fraksi. Adapun keenam fraksi itu yakni Fraksi Partai Golkar (FPG), Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fraksi Partai Demokrat (FPD), Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP).

Seluruh fraksi tersebut bersepakat mengusulkan nama Setya Novanto (FPG) sebagai Ketua DPR. Sedangkan empat wakil ketua yakni Fadli Zon (FGerindra), Agus Hermanto (FPD), Taufik Kurniawan (FPAN) dan Fahri Hamzah (FPKS).

“Enam usulan dari fraksi namanya sama. Dengan demikian hanya ada satu paket, diajukan enam fraksi,” kata pimpinan DPR sementara Popong Otje Djundjunan saat memimpin paripurna, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/10) dini hari. (oz/bs/ind)