Indopolitika.com   Poempida Hidayatulloh, menyesalkan keputusan DPP Golkar yang memecat dirinya hanya melalui secarik surat. Menurut Poempida, cara tersebut tidak memberikan kesempatan dirinya memberikan klarifikasi terkait kesalahan yang dipandang telah dilakukannya.

“Saya tidak punya kesempatan klarifikasi,” kata Poempida dalam diskusi politik di Hotel Wiz, Jakarta, Minggu (6/7/2014) sore.

Pernyataan tersebut disampaikan Poempida menanggapi keputusan DPP Golkar memecat dirinya belum lama ini. Diduga pemecatan itu sendiri berkaitan dengan sikapnya yang tidak mengikuti arahan partai mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Meski begitu, Poempida dan sejumlah kader muda Golkar kukuh mengalihkan dukungannya kepada pasangan Jokowi-JK.

Poempida dalam penjelasannya sangat menyayangkan mekanisme pemecatan yang dinilai tidak adil itu.

Bahkan, kata anggota DPR asal Partai Golkar itu, tetap tak adil bila nasibnya dibandingkan dengan Ryan, pelaku pembunuhan dengan cara memutilati korbannya. Kasus Ryan sempat menghebohkan jagad kriminal Tanah Air beberapa tahun lalu.

“Ryan saja yang sudah memutilasi masih diperkenankan memakai pengacara untuk membela diri, tapi saya tidak punya kesempatan,” kata Poempida.

Terlebih tambah Poempida, pemecatan atas dirinya dan sejumlah rekannya di Partai Golkar seperti Agus Gumiwang dan Nusron Wahid sudah menyalahi pedoman yang berlaku di partai berlambang pohon beringin tersebut. (tb/ind)