Prabowo Diprediksi Akan Dominasi Debat Capres Putaran Ketiga

Santo memperkirakan, Prabowo akan memakai panggung debat untuk memperesentasikan pemikiran dan pengalamannya. “Ya, bagi Prabowo, berdebat dengan Jokowi yang orang sipil jelas nggak level. Dia lebih baik memakainya untuk unjuk diri pada penonton televisi," ucap Santo Adiputro


Indopolitika.com Pengamat memprediksi debat ketiga pilpres 2014 akan lebih didominasi Prabowo. Hal ini dikarenakan, tema dalam debat capres ini terkait “Pertahanan dan Politik Luar Negeri.”.

Menurut pengamat politik dari Lembaga Kajian dan Study Politik Nusantara, Santo Adiputro, Prabowo Subianto sebagai mantan Jenderal, sudah seharusnya menguasainya baik secara konseptual ataupun implementasinya. “Prabowo akan benar-benar memanfaatkannya semaksimal mungkin,” kata Santo, Minggu, (22/6).

Sebagai Purnawirawan TNI, Prabowo pasti memiliki kelebihan pada debat ketiga ini.  Prabowo akan mengeksploitasi ‘isu ketahanan nasional’ sedemikian rupa. Santo memperkirakan, Prabowo akan memakai panggung debat untuk memperesentasikan pemikiran dan pengalamannya. “Ya, bagi Prabowo, berdebat dengan Jokowi yang orang sipil jelas nggak level. Dia lebih baik memakainya untuk unjuk diri pada penonton televisi,” ucapnya lagi.

Prabowo, lanjut Santo, akan tampil dengan cara pandang yang khas dan dipenuhi istilah-istilah militer yang  boleh jadi tak bakal dipahami Jokowi.

Prabowo berpotensi mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit dan menjebak seputar militer kepada Jokowi. “Pertanyaan yang satu akan jadi jembatan untuk pertanyaan yang berikutnya. Begitu Jokowi salah merespon, tentu menjadi keuntungan bagi kubu Prabowo,” ujar Santo.

Santo juga memperkirakan, moment debat edisi tiga ini akan menjadi saat yang tepat bagi Prabowo untuk menyerang balik Wiranto. Tema debat kali ini bisa jadi pintu masuknya, “Jokowi akan jadi sasaran antara saja, dalam upaya Prabowo menyerang balik Wiranto,” ulasnya.

Jiika Prabowo sampai gagal memanfaatkan debat pilpres 2014 ketiga ini, tentu akan semakin sulit mengejar defisit elektabilitasnya. “Bahkan, bisa mengoyak harga dirinya sebagai purnawirawan TNI,” pungkas Santo. (Ind)

Next post Laporan BPK RI, Catatan Hitam Bagi Jokowi

Previous post Nahdlatul Ulama dan Sukarno

Related Posts