Indopolitika.com  Calon Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara terkait pernyataan Allan Nairn. Jurnalis asal Amerika Serikat itu sebelumnya meminta Prabowo agar melaporkan ke penegak hukum jika pernyataannya dianggap merugikan.

“Kenapa sih kamu, kalau satu orang asing bicara, kok kamu ribut sih? Satu orang kulit putih kita harus ribut. Kita ini 240 juta orang, tenang saja. Tanya rakyatmu lah, jangan tanya orang asing,” ujar Prabowo usai berbuka puasa dengan nada meninggi di rumah makan Ampera Bandung, Kamis (3/7).

Sebelumnya Allan Nairn mengomentari soal tudingan kubu Prabowo Subianto bahwa dirinya pernah ingin ditangkap oleh TNI karena tujuh kali masuk Indonesia secara ilegal. Wartawan yang pernah ditahan rezim Soeharto saat meliput di Timor Timur itu justru menantang balik.

“Saya saat ini ada di Indonesia, jadi jika TNI mau menangkap saya, mereka bisa,” kata Nairn seperti merdeka.com kutip dari blognya, allannairn.org, Kamis (26/6) lalu.

Nairn mengatakan, jika Prabowo menginginkannya ditangkap karena telah menulis tentang dirinya, “Saya meminta dia (Prabowo) mengatakannya sendiri.” Pernyataan bahwa Nairn pernah ingin ditangkap TNI sebelumnya diucapkan Direktur Komunikasi dan Media Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Budi Purnomo Karjodihardjo.

Soal tudingan bahwa Nairn bekerja sama dengan AS, jurnalis penyabet sejumlah penghargaan ini menilai hal tersebut adalah sesuatu yang lucu. “Orang yang familiar dengan pekerjaan saya tahu bahwa saya adalah penentang AS dan kepentingan korporasi AS,” tulis dia.

“Satu dari kritik utama saya terhadap AS dalam 40 tahun terakhir adalah tentang praktik mereka mengeksploitasi dan membunuh rakyat miskin di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” kata Nairn.

Bahkan, kata Nairn, dia telah menyerukan agar setiap Presiden AS yang masih hidup diadili dan dipenjara karena telah menyeponsori pasukan untuk membunuh masyarakat sipil. “Satu dari banyak pasukan yang dibekingi oleh AS yang membunuh warga sipil adalah TNI, dan Jenderal Prabowo dulu adalah anak didik yang paling dekat dengan AS di TNI (Prabowo menggambarkan dirinya kepada saya sebagai anak kesayangan Amerika),” kata Nairn.

Oleh karena itu, Nairn mengajukan tiga tantangan kepada sang jenderal yang sekarang mencalonkan diri sebagai presiden RI. “Jenderal Prabowo, maukah Anda bergabung dengan saya untuk menyerukan agar Presiden AS dibawa ke pengadilan?” kata Nairn tentang tantangan pertamanya.

Kedua, lanjut Nairn, tentang eksploitasi AS atas Indonesia dan isu kontrak tambang, “Jenderal Prabowo, maukah Anda bergabung dengan saya untuk menyerukan pengusiran Freeport McMoRan dari Indonesia?”

Nairn menegaskan tulisannya tentang Prabowo adalah akurat. “Jika sang jenderal menyangkal ini, saya mengundang dia untuk menghadapi saya di pengadilan Indonesia dengan mengajukan tuduhan fitnah terhadap saya.” ujar Nairn. (mdk/ind)