Indopolitika.com Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (Ikohi) Mugiyanto menjelaskan, pihaknya melakukan konsolidasi bukan hanya ingin bersikap dalam Pilpres 2014.

Dirinya juga membantah, bahwa pihaknya menuntut pelaku pelanggaran HAM, dan mengambil momen Pemilu yang bertujuan menyudutkan salah satu pihak.

“Keluarga korban meminta kejelasan status dari 13 orang yang hilang pada penculikan aktivis Mei 1998,” kata Mugiyanto dalam jumpa pers di Bakoel Coffee, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014).

Lebih lanjut menurutnya, dalam waktu sebentar mass pilpres ini, kata dia, diharapkan bisa menggugah presiden terpilih nanti untuk menyelesaikan pelanggaran berat masa lalu.

Dirinya menyebutkanan, selama 16 tahun terakhir, dari masa pemerintahan BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono, persoalan HAM tak kunjung terungkap. Padahal, kata dia, tugas presiden sederhana, yakni hanya mengeluarkan Keputusan Presiden untuk membentuk Pengadilan Hak Asasi Manusia.

“Kami berharap presiden mendatang bisa mengadili pelaku kejahatan HAM,” ujarnya.

Mereka yang belum kembali adalah Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin dan Abdun Nasser.‬ (bs/ind)