Kedua kubu kepengurusan DPP Golkar sepakat untuk membahas proses islah atau perdamaian. Kubu Munas Bali yang diwakili Aburizal Bakrie dan Idrus Marham sudah meneken prinsip dasar yang akan dibahas dalam islah tersebut. Begitu juga dengan kubu Agung Laksono dan Zainuddin Amali.

“Prinsip dasar sudah diparaf,” ujar Idrus, di gedung DPR Jakarta, Selasa, 26 Mei 2015.

Idrus menjelaskan, pemarafan itu dilakukan setelah mereka bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Senin malam, kemarin. Setelah prinsip itu diparaf, tinggal menunggu kapan pertemuan untuk membahas poin islah.

“Paling lambat hari Minggu. Sebelum Senin kita harapkan tanda tangan kesepakatan untuk islah teruama memastikan Partai Golkar dapat ikut Pilkada,” kata Idrus.

Adapun prinsip dasar islah itu ada empat hal. Pertama, komitmen kedua pihak mengedepankan kepentingan partai. Kedua, terkait Pilkada. Ketiga, adalah soal tim. Dan keempat, masalah kepengurusan yang sah untuk memparaf calon kepala daerah, diserahkan pada aturan yang ada.

“Setelah nanti tanda tangan, ada tim dari masing-masing pihak yang merancang semua ini. Setelah ini, Partai Golkar di daerah-daerah seharusnya sudah mengikuti tahapan-tahapan Pilkada yang diatur KPU,” imbuhnya. (ind/vv)