Indopolitika.com –  Pernyataan Calon Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bangsa Indonesia naif dan goblok menuai kecaman. Kata-kata itu dinilai menyakitkan karena menyasar semua kalangan bangsa, etnis, suku, dan agama. Pengamat Politik Arif Rizal Maulana mengatakan, meski konteks penyataan tersebut ditujukan untuk menegaskan sikapnya pada pihak asing, Prabowo dinilai tak bisa bedakan budaya bangsa dengan sebuah kebijakan. “Yang tunduk dan pinjam ke asing itu siapa? Kok bangsa Indonesia yang digoblok-goblokin,” katanya di Jakarta, Kamis (29/5).

Menurutnya, pernyataan Prabowo menunjukkan bahwa yang bersangkutan tak paham masalah budaya. Prabowo juga dianggap telah meremehkan dan menghina martabat seluruh bangsa. “Dengan kata lain, menurut Prabowo orang Jawa itu naif, orang Sunda itu lugu gampang dibodohi, orang Papua itu lucu gampang dibegoin,” ujarnya.

Sejatinya, kata dia, Prabowo lebih hati-hati mengeluarkan pernyataan. Sebab masyarakat sekarang sudah pintar dan cerdas dalam menentukan sikap. “Jangan mentang-mentang capres, ngomong seenaknya,” tegas Arif Rizal.

Sebelumnya, Calon Presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan provokatif di acara Konsolidasi Nasional Pemenangan Pilpres 2014 di Hotel Chandra Kirana, Jakarta (27/5). Pada acara yang diselenggarakan DPP PKS itu, Prabowo menyebut bangsa Indonesia naif, lugu dan goblok. “Bangsa Indonesia ini kadang-kadang terlalu ramah, naif, lugu dan kadang-kadang goblok (bodoh),” kata Prabowo.

Tak ayal, pernyataan itu langsung menuai kecaman dan cibiran dari khalayak ramai terutama di twitter. “Naif & goblok itu klo dukung penculik jd capres,” kata mantan aktivis Serikat Pekerja Ulin Yusron melalui akun resminya @ulinyusron, menyindir penyataan Prabowo.

Tanggapan serupa diberikan Gin Gin Ginanjar. “Goblok itu percaya sama penculik yg ngakunya cuman ngamankan,” tulisnya lewat akun @gingginanjar.

Tak mau ketinggalan, budayawan Gunawan Muhamad juga menanggapi dengan melempar pertanyaan. “Apa iya kita bangsa yg goblok?,” katanya melalui akun @gm_gm. (Ind/*)