Tangerang – Meski Komisi Pemilihan Umum belum mengumumkan hasil resmi, namun saat Quick Count pasangan nomor urut 2 Rano-Embay dinyatakan kalah, ketua tim Pemenangan Rano – Embay, Ahmad Basarah menantang untuk adu hasil Real Count KPU Provinsi Banten.

Sebelumnya, Saat konfrensi pers di Rano-Embay Center, Ahmad Basarah mengklaim jika pasangannya tersebut menang telak. Basarah mengatakan dari 60% data semetara real count KPU Banten, Rano-Embay unggul 59,8%, sedangkan pasangan no urut 1, WH-Andikan sebesar 40,86%.

Ahmad Basarah mengatakan, kecurangan saat Pilgub Banten diindikasikan terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Basarah mengatakan, timnya sudah mengantongi bukti-bukti yang bisa dijadikan pijakan untuk tindakan selanjutnya.

Sementara itu, Kuasa hukum WH-Andika  Ramdan Alamsyah menegaskan bahwa, tuduhan Kecurangan Pemilu yang TSM Ini bagi kami adalah fitnah yang keji dan menujukan Bahwa Pasangan Ini tidak Komit terhadap pernyataan yang Pernah dibuat bersama yakni Siap Menang dang Siap Kalah.

“Opini Kecurangan TSM Ini dibangun,  kami duga kuat sebagai upaya pembentukan opini yang menyesatkan dan menimbulkan keresahan Di masyarakat Banten. Hal Ini mengajarkan masyarakat banten berPolitik yang tidak Dewasa, tidak legowo dan tidak berjiwa besar mengakui kemenangan WH-Andika,” kata Ramdan saat dihubungi media, (19/2/2017).

Di waktu bersamaan, Juru bicara WH-Andika, Jazuli Abdillah  meminta semua pihak menaati kesepakatan dan aturan main. “Tentu lebih elok jika menerima kekalahan dan kemenangan dengan lapang dada,” kata Jazuli.

Jazuli juga menambahkan, saat di Hasil Real Count Rano dinyatakan kalah semestinya dengan Rano legawa merima kekalahan tersebut, sebagaimana ditunjukkan Agus di Pilkada Jakarta.  “Sebaiknya Rano harus bersikap ksatria dan legawa menerima kekalahan, bukan malah memberi tuduhan fitnah, bisa mencontoh sosok Agus Yudhoyono yang bersikap ksatria menerima kekalahan,” pungkas Jazuli. (Red/Indopol)