Sebanyak 70 organisasi kepemudaan di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang meminta Gubernur Banten Rano Karno membatalkan rencana penggabungan Polres Tangerang ke Polda Banten.

“Semua organisasi kepemudaan sepakat meminta Polres Tangerang tetap bergabung ke Polda Metro Jaya,” ujar Ketua Komite Nasional Pemudan Indonesia (KNPI) Kabupaten Tangerang Cucu Abdul Rosyid, Minggu (27/9/2015).

Rencana tersebut, kata Cucu, akan memicu kegaduhan baru dalam masyarakat yang selama ini memiliki hubungan dan koordinasi yang baik dengan Polda Metro Jaya.” Mengapa ketika semuanya sedang tidak ada masalah, kondisi baik baik saja, ada wacana seperti ini?,”kata Cucu.

Menurut dia, perubahan status wilayah hukum ini akan melebar pada hal-hal lain yang berhubungan dengan masyarakat luas seperti perubahan nomor nomor polisi kendaraan, masalah hukum, ekonomi, politik hingga sosial budaya. “Tangerang penyangga ibu kota, sudah seharusnya tetap berada di bawah naungan Polda Metro Jaya,”katanya.

Sejumlah elemen masyarakat Tangerang Raya juga meminta wacana Polres Tangerang bergabung ke Polda Banten ditinjau ulang. Mereka menilai, di bawah naungan Polda Metro Jaya selama ini segala sesuatunya sudah sangat efektif sehingga tidak perlu ada perubahan lagi. “Kami berharap wilayah hukum Tangerang tetap bergabung dengan Polda Metro Jaya,” ujar Ketua Asosiasi Kepala Desa se Banten Sutra Wijaya.

Secara geografis, kata Sutra, wilayah hukum Tangerang sangat berdekatan dengan Ibu Kota. Sehingga akan lebih efektif berada dalam koordinasi Polda Metro Jaya. “Selama ini hal itu terbukti, dari pengamanan aksi demonstrasi, penanganan hukum dan kriminal, sampai suksesi pilkades serentak Kabupaten Tangerang baru baru ini berjalan aman dibawah kendali Polda Metro Jaya,” kata Sutra yang mengaku ikut menandatangani dukungan Polres Tangerang tetap di bawah Polda Metro Jaya.

Jasmaryadi, tokoh masyarakat Kabupaten Tangerang melontarkan komentar serupa. Bahkan ia meminta wacana Rano Karno dibatalkan. “Sudah kesiangan, mengapa masalah ini tidak disusun jauh sebelum Polda Banten di bentuk,” katanya. (sin/ind)