Indopolitika.com   Politisi PDI Perjuangan, Charles Honoris menilai, ratusan WNI di Hong Kong yang tidak dapat mencoblos, menandakan adanya indikasi ketidakadilan penyelenggara pemilu di sana.

“Beberapa laporan di media sosial dan beberapa video yang di upload di youtube mengindikasikan ada nya upaya menghilangkan hak-hak politik pemilih di Hongkong, khususnya pemilih pasangan nomor 2 (Jokowi-JK,” ujar Charles, Senin (7/7). Baca juga: Pilpres 2014, Ratusan WNI di Hongkong Gagal Mencoblos

“Kami meminta Bawaslu dan KPU untuk menyelidiki benar tidak nya ada nya sikap yang tidak netral dari penyelenggara pemilu dan segera mengembalikan hak politik pemilih-pemilih di luar negeri yang kemarin sudah hilang hak politik nya,” kata anggota DPR RI terpilih itu. (bs/ind)