Jakarta – Segudang persoalan masih menghantui Kota Jakarta. Mulai soal kemacetan, banjir, sampah hingga permukiman yang semrawut. Masyarakat Ibukota memiliki harapan besar kepada Gubernur DKI Jakarta yang akan datang bisa mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Solusi yang didasari atas kebijakan-kebijakan rasional dan berkeadilan.

 

Salah satu kandidat kuat Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra telah menyiapkan sejumlah program kerja mengatasi persoalan-persoalan Ibukota tersebut. Untuk mengatasi kemacetan, dalam jangka pendek, Yusril akan kembali mengatur jam kerja. Karena semua tahu, Jakarta saat siang hari jumlah penduduknya menjadi lebih banyak dibanding saat malam hari. Dengan pengaturan tersebut mobilisasi masyarakat ke ibukota akan terkontrol.

Untuk jangka menengahnya, akan dibuat peraturan tentang penentuan ruas jalan yang hanya dapat dilalui oleh kendaraan dengan syarat-syarat tertentu (stiker berbayar, dll tergantung kesepakatan dengan DPRD). Dan uang yang ada nantinya dialokasikan untuk mengoptimalkan transportasi publik.

Sementara jangka panjang, program Yusril melakukan penataan wilayah yang dapat dimulai dengan menyelesaikan masalah lama, salah satunya, tumpang tindih kewenangan dengan pemerintah pusat. Termasuk memperkuat koordinasi dengan daerah.

Mengatasi masalah sampah di ibukota, Yusril punya solusi jitu. Mantan Menteri Kehakiman era Presiden Megawati inu akan membuat program beli sampah warga yang sudah dipilahpilah atau dipisahkan. Biaya pembelian sampah itu bisa diatur lewat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta. Dan sampah itu kemudian akan dijual kembali ke beberapa perusahaan daur ulang. Dengan begitu, warga akan dapat biaya tambahan, dan perusahaan daur ulang bisa langsung mendaur tanpa keluar biaya pemilahan.

Dan soal permukiman warga Jakarta Yusril akan menghidupkan kembali program MHT (Muhammad Husni Thamrin), membenahi, memperbaiki dan memperindah kampung kumuh, tanpa harus menggusur atau merelokasi warga. Intinya, membuat perkampungan harus nyaman untuk ditempati.

Ketua Tim Relawan Yusril untuk Jakarta Adil Ahmad Syukron mengatakan program kerja yang disodorkan Yusril Ihza Mahendra dinilai realistis dan terukur. Persoalan Jakarta khususnya soal penataan permukiman harus diselesaikan dengan cara-cara yang tepat.

“Tim relawan mendukung dan akan mensosialisasikan program-program tersebut kepada masyarakat Jakarta,” kata Syukron, Sabtu (14/5).