Partai Demokrat (PD) masih memproses rencana pergantian antar waktu (PAW) terhadap sejumlah kadernya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Meski begitu, PD belum dapat memastikan kemungkinan terjadinya PAW.

“PAW itu yang tetapkan adalah ketua umum dan sekretaris jenderal. Memang ada proses, dari caleg (calon anggota legislatif) PD yang dirugikan, melapor kepada DPP, harus diproses,” kata Wakil Ketua Umum DPP PD, Agus Hermanto, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/12).

“Kita harus memberikan hak dan kesempatan kepada orang-orang yang dirugikan. Setelah diproses melalui Mahkamah Partai, hasil rekomendasi Mahkamah Partai membenarkan sebagian gugatan. Ini sifatnya bukan keputusan, tapi rekomendasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, DPP PD sedang mengkaji hasil rekomendasi Mahkamah Partai. “Banyak yang pro dan kontra, belum ada kata sepakat, sehingga proses ini masih dalam tahapan,” ucapnya.

Disinggung kemungkinan pada 2015 PAW direalisasikan, dia hanya menanggapi secara eksplisit. “Kami tidak ingin meramal dan menduga. Prosesnya masih panjang,” ucapnya.

Agus yang juga Wakil Ketua DPR juga menyatakan belum menerima usulan PAW. “Belum sama sekali terima surat (PAW). Ini tahapan baru mulai, ada proses pengadilan juga. Setelah inkracht baru ke DPR,” pungkasnya.

Terdapat delapan anggota DPR dari PD yang rencananya akan dipecat. Sejumlah elite PD seperti Jhonny Allen Marbun, Roy Suryo, M Jafar Hafsah, Didi Irawadi Syamsudin dan Hinca Pandjaitan kemungkinan akan menggantikan kader yang dipecat tersebut. (sp/bs/ind)