Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menilai kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Uni Eropa semakin kokoh dan berperan penting untuk membangun masyarakat di kawasan Eropa dan Asia.

“Kerja sama Indonesia dan Uni Eropa memiliki peran strategis, tidak saja bagi pembangunan masyarakat kedua kawasan, namun juga dalam hadapi berbagai tantangan global,” kata Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut dia sampaikan saat membuka Pertemuan Komite Bersama Indonesia-Uni Eropa di Brussel, Belgia.

Menurut dia, hubungan Indonesia dan Uni Eropa sejak implementasi Perjanjian Kemitraan Komprehensif (PCA) pada 2014.

Dia juga berpendapat bahwa kerja sama adalah kata kunci yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia sekarang ini karena tidak ada satupun negara yang dapat hidup sendiri.

“Di tengah situasi global yang tidak menentu, berbagai kemajuan dalam hubungan Indonesia dan Uni Eropa merupakan pondasi kuat bagi peningkatkan kesejahteraan untuk lebih dari 750 juta rakyat Indonesia dan Uni Eropa,” ujar dia.

Marsudi menyebutkan, pada 2016 berbagai langkah maju telah tercapai dalam hubugan Indonesia-Uni Eropa, salah satunya pencabutan tiga maskapai penerbangan Indonesia (Batik Air, Citilink, Lion Air) dari daftar larangan terbang di kawasan Uni Eropa.

Selain itu, pada 2016 kedua pihak memulai perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA) dan meluncurkan lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) sebagai jalur hijau bagi ekspor produk kayu Indonesia ke negara-negara Uni Eropa.

Sebelum membuka Komite Bersama, dia bertemu dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk urusan Luar Negeri dan Keamanan, Federica Mogherini.

Dalam pertemuan bilateral itu, Marsudi menyampaikan kepada Mogherini mengenai pentingnya untuk dapat mempercepat proses perundingan IEU CEPA.

Dia menekankan bahwa IEU CEPA akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi peningkatan perdagangan dan investasi dan peningkatan kerja sama pembangunan, khususnya pembangunan kapasitas masyarakat Indonesia dan Uni Eropa.

Uni Eropa merupakan investor terbesar ke-4 bagi Indonesia pada 2015 dengan nilai investasi sebesar 2,26 miliar dolar AS pada 1.437 proyek. Uni Eropa juga merupakan mitra dagang terbesar ke-4 Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai 26,14 miliar dolar AS. (ant)