Bekasi – Jelang Pilkada Jawa Baratt 2018, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskaan memilih tidak maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat jika diusung menjadi calon wakil. Menurutnya, dia akan memilih beraktivitas menjadi arsitek ketimbang bertarung di Pemilihan Kepala Daerah, Jawa Barat. “Enggak bisa, tidak mau jadi calon Wakil Gubernur,” Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil  ketika berkunjung ke Pondok Pesantren An-Nur Bekasi, (5/8)

Selain itu, Ridwan menjelaskan alasannya tidak mau dicalonkan menjadi wakil gubernur Jawa Barat. Dia mengklaim mempunyai karakter yang doyan kerja tanpa memandang situasi di lapangan. “Saya orang kerja, yang posisinya harus kotor, keringatan,” jelasnya Ridwan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan gaya hidupnya. Ia mencontohkan sebuah perubahan di Kota Bandung sejak dipimpinnya hampir selama lima tahun. Karena karakter itulah, Ridwan akan menolak jika diusung menjadi calon wakil gubernur, siapapun calon gubernurnya.

Ridwan menyatakan, jika diusung menjadi calon gubernur, dia meminta disandingkan dengan wakil yang agamis. “Saya demokratis wakil yang agamis, buat ngerem,” katanya.

Ridwan mengatakan, dirinya masih terus berkomunikasi secara intensif dengan petinggi partai politik. Sebab, baru Partai Nasdem yang telah menyatakan akan mengusungnya menjadi calon gubernur Jawa Barat. Adapun jumlah kursi partai itu hanya lima.

“Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa yang mempunyai tujuh kursi memasukkan namanya menjadi kandidat Calon Gubernur Jawa Barat. Adapun syarat mutlak maju yaitu 20 kursi, artinya jika kedua partai sepakat koalisi dibutuhkan lagi delapan kursi. Kalau saya sendiri sedang intensif PPP, PKB, Demokrat, Golkar juga,” pungkasnya – (Fied)