Ponorogo – ”Kemiskinan struktural, ketidakadilan dan pemiskinan struktural di Indonesia harus kita atasi bersama seluruh warga dan negara. Tidak bisa dibiarkan, tak boleh terus terjadi, penindasan seperti ini harus diakhiri,” kata tokoh nasional/ekonom senior Rizal Ramli di pesantren Pondok Gontor Ponorogo semalam.

Ribuan santeri dan mahasiswa di Pondok Gontor termenung dan terharu mendengarkan kisah dan perjuangan hidup serta visi-misi ekonom senior Rizal Ramli yang sejak usia enam-tujuh tahun sudah yatim piatu. Mereka berdoa agar RR kelak  kembali menjadi pemimpin nasional, karena tokoh ini dinilai kaum santeri Pondok Gontor sebagai sosok yang amanah  dan kredibel untuk mengatasi kerapuhan, kerentanan dan keruwetan ekonomi di negeri yang sarat korupsi dan mafia hukum serta mafia ekonomi ini. ” Kami percaya Bang RR bersikap obyektif dan rasional,  berkomitmen membawa keadilan dan kesejahteraan serta kemajuan bagi bangsa kita dan hanya takut kepada Allah SWT,” ujar  seorang dosen senior Unida Gontor.

Rizal Ramli PhD adalah  teknokrat senior yang bertekad  mewujudkan ekonomi kerakyatan/ekonomi konstitusi dengan fokus keadilan sosial dan pemberdayaan UKM dan koperasi, dia adalah alumnus ITB, Sophia University Tokyo dan Boston University,AS. RR kembali kepada keluarga besarnya di Pondok Gontor dalam lawatan 13-16 Oktober 2017 untuk menggerakkan perubahan. ”Mari Bang Rizal, lakukan jihad ekonomi bagi maslahat rakyat, bagi keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat yang sudah lama menderita,” kata wakil ketua pondok pesantren, KH Ahmad Suharto.

Kenapa Rizal Ramli jadi Menko Maritim hanya sebelas bulan? Pertanyaan ini muncul dihadapan ratusan siswi Universitas Darusallam (Unida) kampus Putri, Gontor, Ngawi, Jawa Timur, tadi malam (Sabtu, 14/10) sesaat sebelum Rizal Ramli memberikan ceramah dalam seminar bertema ‘’Potensi Ekonomi Indonesia Dalam Memacu Kesejahteraan Rakyat’’. Yang mengajukan pertanyaan adalah wakil ketua pondok pesantren, KH Ahmad Suharto.

Menurutnya, dalam waktu yang sedemikian singkat Rizal Ramli melaksanakan fungsinya dengan baik sebagai Menko Maritim dengan melakukan berbagai terobosan kebijakan yang memihak kepada rakyat kecil, antara lain melakukan moratorium reklamasi Pantai Utara Jakarta, tetapi sayang moratorium tersebut kini dicabut oleh penguasa sehingga reklamasi dilanjutkan.

“Kenapa cuma sebentar jadi Menko Maritim, karena beliau hanya takut kepada Allah SWT,” kata KH Ahmad Suharto.

Rombongan Rizal Ramli bersama Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal. Tampak juga KH Syamsul Hadi, Ustad Dr Iqbal, Buya Irmansyah,Rektor Unida Prof Ahmad F Zarkasyi, Dr  Herdi  Sahrasad (dosen senior Univ.Paramadina), Ir Syafril Sofyan (Aktivis Gerakan Mahasiswa 1977/78) Ridho Elisy (Dewan Pers), Ahmad Kasino (Aktivis 1998), para akademisi Unida dan para pengasuh Gontor.

Rizal Ramli jadi Menko Maritim dan Sumber Daya pada Agustus 2015 dan direshuffle pada Juli 2016. Selama menjabat Menko Maritim Rizal Ramli melakukan berbagai langkah terobosan mulai dari persoalan pengelolaan ladang abadi gas Blok Masela, pembelian Boeing untuk maskapai penerbangan Garuda, proyek listrik 35 ribu megawatt, pembenahan destinasi wisata, hingga melakukan moratorium terhadap reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Sementara itu dalam ceramahnya selain menekankan pentingnya menjaga kemandirian, percaya diri, dan menjaga harga diri (integritas moral) di kalangan generasi muda, Rizal juga mengungkapkan Pondok Pesantren Gontor sudah sangat familiar bagi dirinya.

“Gontor bagi saya sudah seperti keluarga. Waktu saya selesai studi di Jepang tahun 1970-an saya keliling Pulau Jawa, salah satunya saya mondok di Gontor selama lebih dari seminggu untuk mendalami persoalan-persoalan kebangsaan waktu itu dengan sesepuh Gontor, antara lain Kiai Sahal dan Kiai Zarkasih, saya berdiskusi dengan beliau, para orangtua yang saya hormati,” kenangnya.

Tokoh Nasional Rizal Ramli yang ketika menjadi mahasiswa ITB telah  dipenjara Orde Baru Pak Harto  di Sukamiskin Bandung, berbincang bersama Pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Hasan Abudulah Sahal dan KH Syamsul Hadi Abdan saat melakukan kunjungan dan Kuliah UMUM di Pondok Pesantren Gontor dan Universitas UNIDA Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (15/10). Dalam  ceramahnya selain menekankan pentingnya menjaga kemandirian, percaya diri, dan menjaga harga diri (integritas moral) di kalangan generasi muda. Dalam kunjungan penuh kekeluargaan ini Riza Ramli mengenang kembali lawatannya di Pondok Pesantren Gontor ada 1976 saat masih mahasiswa. Di peantren  modern ini Rizal menyampaikan motivasi kepada para santri untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

RR menegaskan, Ponpes Gontor merupakan salah satu inspirasinya untuk mendobrak pemerintahan era Soeharto agar melakukan UU wajib belajar karena pada saat itu ada sekitar delapan juta anak-anak tanpa pendidikan. Tidak ada hari tanpa gerak langkah bagi perubahan menuju keadilan sosial. Perubahan dan perubahan !

(Dikutup dari halaman : www.konfrontasi.com)