Indopolitika.com   Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa bukanlah sikap resmi partai.

Ruhut menilai banyak kader yang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Hatta merupakan anggota Fraksi Demokrat yang gagal melenggang ke Senayan.

“Itu inisiatif masing-masing kader mengajak temannya. Apalagi mereka-mereka sudah tidak terpilih lagi. Siapa tahu kan mereka terpanggil jadi salah satu menteri, komisaris BUMN (Badan Usaha Milik Negara–Red) atau Duta Besar,” kata Ruhut ketika dikonfirmasi, Senin (16/6/2014).

Diketahui, dalam deklarasi yang dipimpin ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf tersebut, 115 dari 148 anggota mendukung Prabowo-Hatta. Pada periode 2014-2019, anggota fraksi Demokrat menyusut menjadi 61 orang.

Ruhut mengakui sebagian besar caleg DPR incumbent memang tak terpilih lagi.

“Kalau orang Betawi bilang itu ‘usahe-usahe’. Dari 148 anggota FPD di DPR, hanya 37 orang yang bisa tinggal (terpilih lagi). Saya menghormati usaha kawan-kawan, siapa tahu mereka jadi menteri, komisaris BUMN, atau Dubes,” katanya.

Ruhut mengatakan sikap partai berlambang bintang mercy itu tetap netral pada pemilihan presiden 2014.

Lebih lanjut, Ruhut menegaskan, sikap resmi PD masih netral. Bahkan, sikap ini akan terus dipertahankan hingga Pilpres 2014 berakhir dan dilanjutkan dengan mengambil posisi di luar pemerintahan.

“Kami akan terus netral,” ujar Ruhut.

Ruhut kembali menegaskan pilihannya meskipun sempat menjadi tim sukses Anggota Dewan Pembina Demokrat Pramono Edhie Wibowo. Pramono sendiri menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta.

Anggota Komisi III DPR itu mengaku hanya mengikuti keputusan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menyatakan netral.

“Saya mengikuti ketum Pak SBY, saya netral. Saya bisa sukses begini berkat Tuhan dan SBY. Saya hanya patuh kepada Pak SBY,” katanya. (Ind/trb)