Hakim Konstitusi 2017-2022 yang baru saja mengucapkan sumpah, Saldi Isra, ingin membangkitkan kepercayaan ke Mahkamah Konstitusi yang sebelumnya terpuruk akibat dua hakim Konstitusi terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

“Makanya saya katakan, yang paling penting sekarang adalah membangkitkan kepercayaan ke posisi yang dulu pernah dicapai MK. Ini harus jadi kebutuhan dan keinginan kolektif di MK. Itu yang paling penting menurut saya,” kata Saldi di Istana Negara Jakarta, Selasa, (11/4/2017).

Saldi pada hari ini diambil sumpah sebagai hakim konstitusi untuk periode 5 tahun. Guru Besar Universitas Andalas Padang itu mendapat peringkat teratas dari hasil seleksi panitia seleksi (pansel) MK.

Seperti diketahui, mantan Ketua MK Akil Mochtar divonis seumur hidup karena terbukti menerima suap dari sengketa 13 pilkada yang pernah diajukan ke MK dan juga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sedangkan hakim konstitusi dari unsur pemerintah Patrialis Akbar terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK ada 30 Januari 2017 dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada terkait dengan permohonan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan di MK.

“Yang paling penting dipahami, kalau bicara Mahkamah Konstitusi, itu kan hakim menjadi salah satu komponen saja di antara beberapa komponen lain. Ada hakim, Setjen (Sekretariat Jenderal), kepaniteraan, dan dari hakim kan saya menjadi satu di antara sembilan orang yang ada,” ungkap Saldi.

Saldi juga berjanji akan total bekerja di MK, utamanya menjelang pemilu 2019. (ant)