Pengusaha yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, menyatakan diri siap maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. Dengan demikian, Sandiaga Uno akan bersaing dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilkada DKI yang akan dilangsungkan pada tahun 2017.

“Sebagai tokoh muda yang ingin ada perbaikan, semuanya harus siap,” kata Sandiaga di Kompleks Parlemen, Rabu (16/9/2015).

Menurut dia, sebagai salah satu kota metropolitan, Jakarta masih memiliki begitu banyak persoalan. Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah bidang infrastruktur. Sebab, penyelesaian persoalan itu menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi.

“Bagaimana dunia usaha di DKI, khususnya mikro, menengah dan besar ikut tumbuh. Dan, gap yang selama ini terjadi dapat dikurangi,” ujarnya.

Sandiaga pun tak mempersoalkan munculnya sejumlah nama lain yang juga digadang sebagai bakal calon gubernur. Sebagai orang yang baru terjun di dunia politik, ia menilai banyaknya pesaing justru akan semakin baik.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan, saat ini partainya tengah mengkaji nama figur-figur muda, seperti Ridwan Kamil, Adhyaksa Dault, Selamet Nurdin, Sandiaga Uno, dan Triwisaksana, untuk diusung sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. Nama-nama tersebut muncul berdasarkan usulan dari internal dan eksternal PKS.

“Masalah mengerucutnya nanti itu berjalan dengan waktu,” kata Sohibul di Cibubur, Jakarta, Minggu (13/9/2015).

Sohibul menegaskan, PKS akan memadukan penilaian berdasarkan figur yang disetujui oleh internal dan disukai masyarakat. Ia tidak ingin penetapan calon kepala daerah dari PKS hanya mempertimbangkan alasan internal partai.

“Jangan kita maunya si A, tetapi rakyat maunya si B, ya kan enggak nyambung,” ujarnya.

Desas-desus rencana pengusungan Sandiaga berawal dari pernyataan salah seorang petinggi Partai Gerindra, Edhy Prabowo. Kemudian, muncul sejumlah gambar di media sosial dengan menunjukkan bahwa Sandiaga akan maju dengan didampingi petinggi PKS DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua DPRD DKI, Triwisaksana alias Sani.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memandang bahwa Sandi dan Sani memiliki reputasi yang bagus. Meski demikian, Qodari menganggap pengaruh Ahok di DKI Jakarta masih besar. (kps)