Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri Muhammad Sani-Nurdin Basirun bersyukur mendapat nomor satu dalam pengundian nomor urut calon. Tahapan pengundian itu diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri di Asrama Haji Tanjungpinang, Rabu (26/8/2015).

“Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas didapatkannya nomor urut satu. Nomor ini bermakna keberuntungan bagi kami semuanya. Mudah-mudahan nomor ini membawa berkah bagi pasangan Sani-Nurdin serta mudah diingat oleh masyarakat Kepri,” kata calon gubernur Kepri Muhammad Sani.

Sementara rival Sani-Nurdin (SaNur) di Pilgub Kepri, Soerya Respationo-Ansar Ahmad (Sah) mendapatkan nomor urut dua. Dengan penetapan nomor urut ini, kedua pasangan calon, SaNur dan Sah resmi ikut kontestasi pada Pilgub Kepri.

Pengundian nomor urut calon semarak dengan gemuruh yel-yel yang dikumandangkan para pendukung masing-masing pasangan calon. Yel-yel itu makin ramai begitu masing-masing pasangan calon sudah memiliki nomor urut.

Ketua Tim Pemenangan SaNur Ahars Sulaiman mengatakan, Sani dan Nurdin sudah siap lahir batin untuk mengikuti seluruh proses tahapan Pilkada. Pasangan ini siap berjuang bersama masyarakat meneruskan pembangunan Kepri di bawah spirit “Bersatu Teruskan Pembangunan”, “Bersatu untuk Kepri Satu”.

“Dengan spirit itu, Sani-Nurdin bertekad mewujudkan Kepulauan Riau sebagai bunda tanah melayu yang sejahtera, berakhlak mulia, ramah lingkungan, dan unggul di bidang maritim,” katanya.

Bagi seluruh tim, jelas Ahars, keluarnya nomor urut ini menjadi momentum untuk semakin memantapkan tekad dan pergerakan dalam rangka memenangkan pasangan Sani-Nurdin. Ia minta seluruh tim all-out, merapatkan barisan, memperluas jangkauan pergerakan hingga ke tingkat bawah (grassroot).

“Pascapenetapan nomor urut ini, tidak ada kata lain kecuali terus bergerak, bergerak, dan “bergerak” demi kemenangan bersama,” tegasnya.

Ahars juga mengajak seluruh kandidat dan tim pasangan lain untuk berkontestasi dengan sehat. “Mari kita kedepankan cara-cara yang demokratis, saling menghargai dan menghormati, serta menjunjung tinggi nilai etika dalam masyarakat. Kita hindari praktik-praktik yang menghalalkan segala cara, black campaign seperti fitnah dan segala macamnya,” ujarnya.

Ketua Pokja Pencalonan KPU Kepri Marsudi mengatakan, tahapan pencabutan nomor urut berlangsung dua kali. Pertama, masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan untuk mengambil nomor urut mencabut undian. Pasangan yang mendapatkan nomor urut terbesar mendapat kesempatan pertama untuk mencabut undian nomor calon. Pada pencabutan nomor urut tahap pertama, Ansar Ahmad yang merupakan pasangan Soerya Respationo mendapat kesempatan nomor tujuh, sedangkan Nurdin Basirun yang merupakan pasangan Muhammad Sani mendapat nomor tiga.

Soerya yang diberikan kesempatan pertama mencabut nomor calon mendapat nomor dua. Sementara Sani mendapat nomor satu.

“KPU Kepri kemudian menetapkan nomor urut yang diperoleh masing-masing pasangan calon sebagai nomor urut resmi yang ditetapkan melalui rapat pleno,” kata mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang itu. (ind)