Palembang – Genderang Pilkada Sumsel sebentar lagi akan ditabuh, Pilkada yang dilakasanakan pada tahun 2018 sudah menyita perhatian banyak kalangan politisi, terlebih para kandidat calon yang sudah mulai melakukan blusukan, safari politik dan adu program unggulan.

Peneliti politik Lembaga Stratak Indonesia Oktariana Subarja, mengatakan, Kampanye yang menggunakan strategi “blusukan” saat ini masih bisa dibilang manjur. “Saya melihat beberapa calon sudah membuktikan ternyata strategi ini masih sangat ampuh untuk mendapatkan simpati para pemilih di ajang pemilu,” kata Okta saat dihubungi media, Senin (05/12).

Selain itu, Okta juga menyampaikan bahwa, dalam konteks komunikasi politik jelang Pilkada, blusukan lebih dikenal dengan upaya untuk mencari pokok permasalahan, mengawasi dan mengevaluasi suatu program kerja yang akan dilaksanakan nantinya ketika telah menjadi kepala daerah.

Lanjut, Okta melihat, kandidat calon Gubernur Sumsel sudah ada yang blusukan ke daerah-daerah pelosok, bahkan ke desa-desa, itu bagus sembari melihat problem di desa-desa. “Strategi blusukan harus di dasari dengan konsep dan program yang jelas, untuk ditawarkan ke warga sebagai solusi jika kelak ia memimpin Sumsel,” terangnya.

Okta menambahkan, calon gubernur kalau ingin menang dan berhasil harus turun ke bawah, seperti blusukan dan silaturahmi ke warga, “Saat ini semua kandidat masih sama tarung di lapangan. Namun saran saya, jika calon ingin menang, jangan hanya gencar menghadiri acara ceremomial atau kondangan saja, tapi blusukan ke desa-desa secara merata, bawa program unggulan yang solutif sebagai tawaran pemecahan masalah di daerah-daerah. “ imbuh Okta.

Menurut pantauan media, saat ini yang sudah masuk dalam bursa kandidat calon Gubernur Sumsel 2018 adalah : Herman Deru, Aswari Riva’i, Ishak Mekki, Syahrial Oesman, Susno Duadji dan Antasari Azhar yang terakhir namanya baru muncul untuk maju di Pilgub Sumsel. – (anggi/red)