Presiden terpilih Joko Widodo mengapresiasi sikap SBY yang akhirnya menyiapkan perppu untuk mengganti UU Pilkada yang menggunakan sistem pilkada melalui DPRD dengan sistem pilkada langsung.

“Kami sudah tahu semuanya. Rakyat menghendaki pilih langsung karena hak politik rakyat dihargai, didengar,” ujar Jokowi di depan rumah dinas gubernur DKI Jakarta kemarin.

Pria yang masih menjabat gubernur itu memastikan, sikap SBY yang tiba-tiba mengeluarkan perppu tersebut bukanlah hasil lobi-lobi partai koalisi pemerintahan Jokowi-JK. “Enggak ada,” tegasnya.

Senada dengan Jokowi, PDIP mendukung penuh langkah SBY yang menerbitkan perppu. Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menegaskan bahwa partainya akan mengawal pengesahan perppu tersebut di Senayan. “Dengan asas kemanfaatan, pasti kami dukung persetujuan di DPR,” ujarnya.

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengapresiasi langkah SBY untuk menerbitkan perppu.

Menurut dia, ihwal “merusak demokrasi karena dipilihnya kepala daerah oleh DPRD” sudah menjadi alasan yang kuat untuk mencabut UU Pilkada. “Ia telah mengutamakan demokrasi,” kata Refly. (jp/ind)