Kehadiran sosok Zulkifli Hasan sebagai calon ketua MPR, dan akhirnya benar-benar terpilih, merupakan hasil diskusi antara Ketua Umum Demokrat, SBY, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa.

SBY dan Hatta mempertimbangkan sosok Ketua MPR. Sekitar waktu shalat Isya, Selasa (8/10), keduanya sepakat bahwa Ketua MPR sebaiknya dijabat oleh tokoh yang sudah teruji kualitas dan luas akseptabilitasnya. “Kedua Ketum akhirnya sepakat dengan nama Bang Zul,” kata Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad H Wibowo, Rabu (8/10).

Kesepakatan ini, lanjut Dradjad, kemudian dikomunikasikan Hatta Rajasa kepada partai-partai lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP), menjelang jam 21.00 di Hotel Mulia, Senayan. Dalam komunikasi semua ketua umum sepakat dengan gagasan SBY dan Hatta Rajasa. “Pak Amien Rais sebagai penasihat KMP juga sepakat,” jelas Dradjad.

Karena itulah, jelas Dradjad, posisi Ketua MPR yang tadinya akan diisi anggota MPR dari Demokrat diubah menjadi Zulkifli Hasan. Dari sisi internal KMP pun, tidak ada yang keberatan karena SBY, sebagai Ketua Umum Demokrat, sudah lebih dahulu menyetujui perubahan ini. (rm/ind)