Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui pemberantasan korupsi ternyata bukahlah perkara mudah. Bahkan, menurutnya, tidak ada peluru perak yang mampu mengakhiri korupsi.

“Menumpas korupsi merupakan tantangan besar. Oleh karena itulah, kampanye antikorupsi yang agresif menjadi priorotas dalam kepemimpinan saya sebagai presiden selama 10 tahun ini,” kata SBY dalam pidatonya di Bali Democracy Forum (BDF) VII di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (10/10/2014).

Ia pun mengakui tidak ada partai politik di Indonesia, termasuk partainya, Partai Demokrat, yang bebas dari korupsi. “Pada batas tertentu hal ini telah meningkatkan skeptisisme dan sinisme masyarakat umum terhadap politik. Saya percaya jawaban untuk masalah ini adalah reformasi yang lebih cepat dan lebih berani,” ujarnya.

SBY kemudian menuturkan pencapaian pemerintahannya dalam upaya pemberantasan korupsi di Tanah. “Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah berjuang melawan korupsi dengan mendirikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” tegasnya.

Di forum internasional tersebut, Presiden menyatakan KPK telah berhasil menemukan sejumlah pejabat tinggi yang terlibat kasus korupsi. Bahkan menurut survei, KPK menjadi salah satu lembaga yang paling dipercaya di negara ini. “Saya selalu berdiri di dekat mereka dan ketika KPK diserang, saya selalu cepat membela mereka,” katanya. (mt/ind)