Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kewajiban moralnya untuk memberikan bantuan kepada pemerintahan yang akan datang dari presiden terpilih Joko Widodo demi kebaikan bangsa.

“Secara moral saya wajib memberikan bantuan pada beliau sepanjang itu dikehendaki. Pertemuan tadi mengukuhkan keperluan sebuah komunikasi berlanjut dan kerja sama yang baik,” kata Presiden di Nusa Dua, Bali, Rabu malam, seusai melakukan pertemuan empat mata dengan Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi.

Ia menyebut proses konsultasi itu sebagai sebuah tradisi yang harus dilakukan di era demokrasi di Indonesia untuk kebaikan bangsa.

Menurut Presiden, dalam pertemuan selama hampir dua jam itu, ia mempersilahkan Jokowi untuk menyampaikan pandangan dan pemikiran serta hal-hal yang ingin diketahui terkait agenda pemerintahan dan kenegaraan.

Presiden juga mengatakan telah menyampaikan pandangan dan pemikiran serta menyampaikan hal penting secara utuh dan lengkap agar Jokowi memiliki kesiapan tinggi.

“Transisi ini penting dan baik untuk keberhasilan kepemimpinan dan kepemerintahan akan datang,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan yang berakhir pukul 23.00 WITA itu bukan merupakan pertemuan terakhir.

“Justru ini pertemuan pertama yang akan ditindaklanjuti,” katanya menyiratkan pertemuan-pertemuan yang akan datang.

Joko Widodo yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat tiba di lokasi pertemuan sekitar pukul 20.45 WITA.

Sementara itu Presiden Yudhoyono yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru gelap didampingi oleh sejumlah menteri kabinet.

Pertemuan itu dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Presiden Yudhoyono ke Bali setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi. (ant)