Indopolitika.com Tulisan salah satu jurnalis investigatif Amerika Serikat Allan Nairn yang menyebut bahwa Prabowo Subianto pernah menghina fisik Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang buta menimbulkan polemik. Lily Wahid yang merupakan adik presiden RI keempat itu mengaku percaya dengan testimoni Allan. Dia pun menyebut Prabowo tidak punya hati nurani.

“Saya percaya (Prabowo pernah bicara itu) kalau lihat sifat-sifatnya Bowo,” kata  kata Lily Wahid kepada wartawan, Rabu (25/6).

Bukan tanpa alasan Lily menilai Prabowo tidak punya hati nurani. Kata dia, dulu Prabowo menjelek-jelekkan Gus Dur, namun saat ini pernyataan kakanya yang menyebut Prabowo adalah orang ikhlas malah digunakan kubu Prabowo-Hatta sebagai iklan politik. “Dia bisa ngomong mencla-mencle seperti itu. Kalau orang konsisten pasti tetap sama perbuatan dan perkataannya,” ujarnya.

Tak sampai di situ, kini kubu Prabowo menjadikan gambar Gus Dur sebagai iklan untuk menarik simpati masyarakat jelang pilpres 9 Juli nanti. Karena itu Lily pun meminta agar masyarakat cerdas dan tak mudah dibodohi untuk kepentingan politik.

“Saya lebih pilih orang yang bisa bekerja untuk rakyatnya. Jokowi mungkin gak sempurna, tapi dibandingkan dengan Prabowo (Jokowi lebih baik),” ujarnya.

Mantan politikus PKB ini menyesalkan kubu Prabowo yang terus menerus menggunakan pernyataan Gus Dur atas Prabowo untuk iklan kampanyenya. Menurut dia, hal itu tak pantas dilakukan karena Gus Dur sudah tiada.

“Orangnya sudah gak ada bagaimana kita mau ngecek, itu perkataan dalam arti ikhlas apa nggak. Jadi kita gak ada ukuran. Pantas enggak sih orang yang sudah enggak ada, benar enggak ngomong begitu. Kalau menurut saya enggak pantas,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Allan Nairn adalah seorang jurnalis (khusus investigasi) Amerika Serikat yang banyak memenangkan penghargaan atas tulisannya, kembali mengenang semua memorinya akan Indonesia. Khususnya Prabowo Subianto, yang merupakan salah seorang calon presiden dalam Pilpres nanti.

Allan mengaku dirinya pernah bertemu dengan Prabowo pada 2001 di kawasan Mega Kuningan. Saat itu Nairn sedang menggali laporan tentang serangkaian penyiksaan, penculikan dan pembunuhan massal yang diduga keras melibatkan militer Indonesia. “Prabowo mengaku hanya memiliki sedikit informasi mengenai kasus itu. Namun kita akhirnya berbicara selama hampir empat jam,” tulis Allan dalam blognya.

Selain soal penculikan dan pembunuhan massal, dalam pertemuan itu Prabowo juga menyinggung soal kepemimpian Presiden Gus Dur. Kala itu, lanjut Allan, Prabowo mengecam Gus Dur dan demokrasi Indonesia.

“Indonesia belum siap untuk demokrasi. Kita masih kanibal, masih banyak kelompok yang melakukan kekerasan. Terlalu banyak kelompok etnis dan keagamaan yang menghalangi demokrasi,” lanjut Allan menirukan Prabowo.

Prabowo lantas mengatakan bahwa Presiden Gus Dur adalah seorang buta. Baginya, sangat memalukan jika Indonesia dipimpin seorang yang buta. “Militer kenapa tunduk dengan presiden buta. Bayangkan. Lihatlah, dia memalukan.”

“Lihat Tony Blair, Bush, Putin. Mereka muda, ganteng. Dan kita? Punya presiden buta,” tulis Allan Nairn.