Sebut PKS Diskriminatif, Adik Prabowo Bawa Prahara di Tubuh Koalisi Merah Putih


Indopolitika.com – Pernyataan adik Prabowo Subianto sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, yang menuding PKS telah bertindak diskriminatif berpotensi mendatangkan prahara di tubuh Koalisi Merah Putih. Pernyataan itu dinilai telah membuka celah konflik antara PKS dengan Partai Gerindra.

Pengamat politik Pusat Kajian Politik Islam dan Pancasila Yudha Firmansyah menyatakan, pernyataan Hashim ibarat bom waktu yang pasti menimbulkan konflik. Pasalnya, baik Hashim maupun PKS sama-sama mengedepankan sentimen keagamaan.

“PKS mewakili kelompok Islam tertentu, Hashim mewakili kelompok Kristen. Dua-duanya sama-sama ideologis,” katanya dalam diskusi Menimbang Pilihan Politik Umat Islam yang digelar di salah satu gedung di Jl.Veteran, Jakarta, Rabu (4/6).

Menurutnya, meski pernyataan itu disampaikan jauh sebelum Gerindra koalisi dengan PKS, tapi sikap keagamaan Hashim sulit dibohongi. Hashim, ujarnya, merupakan pribadi yang punya komitmen tinggi terhadap agamanya.

“Terbukti saat dikonfirmasi kemarin, dia bukannya ngeles tapi malah menambah data orang Kristen yang dipecat di Kementerian (Kementerian Pertanian) itu,” tuturnya.

Di samping itu, lanjut Yudha, pernyataan Hashim secara tersirat juga telah membuka kotak pandora terjadinya koalisi di poros Gerindra. Penyataan itu, ucapnya, seolah menunjukkan bahwa koalisi Merah Putih lebih bersifat transaksional ketimbang mengedepankan kesamaan visi.

“PKS dan Gerindra itu beda. Jelas perbedaannya. Tapi ternyata masih dipaksakan,” tegasnya.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Fathurahman Sidiq mengemukakan, bergabungnya PKS ke poros koalisi Gerindra akan mendatangkan masalah bagi jalannya koalisi ke depan. Masalah utama, katanya, terletak pada mekanisme pembagian jatah di pemerintahan.

“Desain koalisinya kan bukan tanpa syarat. Nanti gimana mengisi orang-orangnya yang dari PKS? Mau kayak kementerian pertanian yang sekarang?,” kata Fathurahman yang juga bertindak sebagai pembicara dalam diskusi itu.

Ia memperkirakan, seandainya nanti Prabowo terpilih sebagai presiden, Hashim selaku adik Prabowo akan berupaya menyeimbangkan peranan non-Muslim di birokrasi. Walaupun upaya ini ia nilai cukup baik, tapi bagi masyarakat tertertu cenderung dianggap ancaman.

“Apalagi bagi orang-orang ideologis dan fanatik. Jadi ancaman malah,” tandasnya. (Ind)

Next post Pendiri Partai Gerindra Ini Tidak Dukung Prabowo, Malah Dukung Jokowi

Previous post Jokowi: Saya Tidak Tegang, Tapi Saya Menyampaikan Pidato Tentang Sesuatu yang Serius

Related Posts