Wakil presiden terpilih, Jusuf Kalla, menyebut pihaknya terbuka jika ada partai dari luar koalisi pasangan Joko Widodo dan JK yang bergabung pasca pengumuman pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun syarat yang sama akan berlaku, yakni koalisi tanpa syarat. JK mengatakan walaupun terbuka dengan dukungan dari partai luar koalisi Jokowi-JK, pihaknya akan memprioritaskan kursi menteri dari partai yang mengusung sejak masa kampanye. Baca juga: Inilah Nama-Nama Kandidat Menteri Kabinet Jokowi-JK

“Tentu dari partai koalisi dong,” kata JK kepada wartawan di kediamannya, Jalan Brawijaya Nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2014).

Ia menyebutkan kabinet tersebut terdiri dari 35 menteri. Orang-orang yang dipilih adalah para profesional yang memiliki rekam jejak bersih. Bisa berasal dari nonpartai, profesional yang berlatar berlakang kader partai hingga pengusaha.

Ia menegaskan kader partai bukan berarti tidak profesional. JK menyebutkan di partai, ada banyak profesional yang cocok diajukan sebagai menteri. Kata dia, kandidat menteri dari partai, tidak harus diambil dari ketua umum partai.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung sejumlah ketua umum partai yang tidak akan diajukan sebagai menteri.

Mereka adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Surya Paloh; Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Sukarnoputri dan Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto. (trb/ind)