Tangerang – KPUD Banten telah melakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Banten 2017, Minggu (26/2). Rapat Pleno menetapkan pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy memperoleh 2.411.213 suara (50,95℅). Sementara pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief memperoleh 2.321.323 suara (49,05℅). Selisih kedua pasangan adalah 89.890 suara atau 1.90℅

Pasangan WH-Andika pada hasil rekapitulasi hanya unggul di dua wilayah, Kota Tangerang dan Kabupaten Serang. Sementara di 6 wilayah lainnya, pasangan Rano-Embay mengungguli WH-Andika.

“Faktor kemenangan WH-Andika itu Kota Tangerang, selisihnya cukup tinggi, lebih dari 256 ribu suara, sementara petahana, meski unggul di enam wilayah, selisihnya sangat tipis, kisaran dua puluh ribuan sampai tiga puluh ribuan”. Demikian menurut Agus Maulana, peneliti Konsep Indonesia, Jakarta (26/2/2017). Agus melanjutkan, petahan unggul signifikan hanya di kabupaten Lebak, yaitu kisaran delapan puluh ribuan (83.897, red) namun kalah di Kabupaten Serang di angka enam pulub ribuan (69.982, red). Kemenangan di enam wilayah tidak mengkatrol kekalahan di Kota Tangerang.

Terkait peluang petahana melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Agus menjawab “selisih suara menutup pintu MK”. Lanjut Agus, jika kita lihat Pasal 157 Ayat (1) poin c UU Pilkada menyebutkan bahwa jumlah penduduk lebih dari 6 juta sampai dengan 12 juta, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 1 persen dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU provinsi. Saat ini jumlah penduduk Banten mencapai 10 juta lebih, sehingga aturan tersebut yang digunakan. Jika kita lihat aturan mainnya, petahana tak punya peluang menggugat ke MK. Akan lebih baik, petahana memberi ucapan selamat kepada WH-Andika, tutup Agus.