Majelis Permusyawaratan Rakyat memastikan seluruh fraksia hadiri dalam pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 20 Oktober 2014.

“(Seluruh fraksi) sepakat dan bulat akan hadir dan menyukseskan agenda pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” kata Ketua MPR Zulkifli Hasan usai rapat gabungan dengan seluruh fraksi di MPR, Jakarta, Senin, (13/10).

Dia menjelaskan 10 fraksi di MPR dan satu dari DPD bulat akan menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, sekaligus membantah akan ada penjegalan dan boikot pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Kalau menyangkut Indonesia, wajah Indonesia sepakat bulat bersama,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, dalam rapat gabungan itu MPR akan membentuk beberapa badan untuk menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih itu. Badan-badan tersebut yaitu badan anggaran, badan kajian, dan badan sosialisasi, masing-masing terdiri dari 45 orang.

“Kami tidak pakai paket, bulat. Hanya dalam satu jam membagi tugas alat kelengkapan termasuk pembagian anggota alat kelengkapan yang masing-masing 45 orang per badan itu,” katanya.

MPR mengadakan rapat pimpinan Senin ini pukul 11.00 WIB untuk lebih mematangkan persiapan pelantikan 20 Oktober 2014. Lalu pukul 13.00 WIB mengadakan rapat gabungan dengan fraksi-fraksi di MPR, yaitu 10 fraksi plus DPD.

Sementara itu pada pukul 16.00 WIB, pimpinan MPR akan berkunjung ke kediaman Jokowi untuk menyampaikan undangan pelantikan sekaligus silaturahim. Setelah itu, pimpinan MPR akan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Rabu mendatang.

“Pimpinan MPR juga akan berkunjung ke JK untuk menyampaikan undangan dan silaturahim dan juga ke Wakil Presiden Boediono,” ujarnya.

Zulkifli menegaskan apa yang dilakukan pimpinan MPR adalah agar publik melihat tidak ada upaya penjegalan pelantikan Jokowi-JK dan bahwa para pemimpin kompak mengutamakan politik kebangsaan. (ant)